Anatomikata.co.id, Makassar – Insiden pengrusakan yang terjadi di lingkungan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus menuai sorotan. Selain dugaan keterlibatan oknum ojek online (ojol), muncul pertanyaan serius dari kalangan mahasiswa terkait kemungkinan adanya skenario atau pembiaran di balik peristiwa tersebut.
Aliansi mahasiswa se-Kota Makassar menilai kejadian ini tidak bisa dilihat sebagai peristiwa spontan semata. Mereka menyoroti kehadiran aparat kepolisian yang dinilai perlu dijelaskan secara terbuka, terutama terkait waktu, posisi, dan peran mereka saat insiden berlangsung.
“Kami melihat ada banyak kejanggalan yang harus diungkap. Tidak boleh ada ruang bagi spekulasi, tetapi juga tidak boleh ada upaya menutup-nutupi fakta,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap transparan dan profesional dalam mengusut kasus ini. Mereka juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku di lapangan maupun pihak yang diduga berada di balik layar, diperiksa secara menyeluruh.
Selain itu, mahasiswa mengingatkan agar publik tidak terjebak pada narasi yang menyudutkan satu kelompok tanpa dasar yang kuat. Menurut mereka, penting untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan objektif dan tidak dijadikan alat untuk mengalihkan isu utama.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang secara rinci menjelaskan kronologi lengkap serta keterlibatan masing-masing pihak. Kondisi ini justru memperkuat desakan agar aparat segera membuka fakta seterang-terangnya kepada publik.
Aliansi mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi memastikan bahwa kampus tetap menjadi ruang aman yang bebas dari intervensi, kekerasan, dan kepentingan tersembunyi.









