DPD PTI Kaltim Soroti Anjloknya Harga TBS di Tengah Keterbukaan Informasi Industri Sawit

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,Kalimantan Timur – Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kalimantan Timur, Akbar Patompo, meminta agar pemerintah dan seluruh pelaku industri sawit memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani tetap stabil dan mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

 

Menurut Akbar, petani sawit saat ini bukan lagi objek yang minim informasi. Akses terhadap perkembangan harga Crude Palm Oil (CPO) baik nasional maupun global sudah semakin terbuka sehingga petani dapat memantau pergerakan pasar secara langsung.

 

“Petani sekarang sudah cerdas. Informasi harga CPO sangat mudah diakses dan diketahui oleh masyarakat. Karena itu ketika harga TBS di lapangan turun tajam, petani tentu mempertanyakan apa yang menjadi dasar penurunannya,” ujar Akbar.

Baca Juga :  Unjuk Rasa di Kejati Sulsel, Mahasiswa Soroti Dugaan Keterlibatan Mantan Ketua DPRD dalam Kasus Bibit Nanas

 

Ia menilai perhatian Presiden Republik Indonesia terhadap tata kelola sawit nasional serta langkah Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang meminta normalisasi harga TBS merupakan sinyal positif bagi petani sawit rakyat.

 

Akbar juga menyoroti adanya perbedaan antara harga TBS yang ditetapkan melalui rapat tim penetapan harga di Dinas Perkebunan Kalimantan Timur dengan harga pembelian yang diterima sebagian petani di lapangan.

 

“Harga penetapan TBS yang diumumkan pemerintah daerah relatif masih baik, namun fakta di lapangan masih banyak petani yang menjual jauh di bawah harga tersebut. Kondisi inilah yang menjadi pertanyaan dan keluhan petani saat ini,” katanya.

Baca Juga :  APH Takalar Diharap Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Bos SMPN 3 Polongbangkeng Selatan.

 

DPD PTI Kalimantan Timur berharap pemerintah, perusahaan perkebunan, dan pabrik kelapa sawit dapat bersama-sama menjaga stabilitas harga TBS serta memastikan mekanisme pembelian buah sawit berlangsung secara adil dan transparan.

 

“Harapan petani sederhana, yaitu harga TBS yang stabil, adil, dan sesuai dengan kondisi pasar. Jangan sampai ketika harga CPO masih baik, petani justru menerima harga yang tidak mencerminkan kondisi industri sawit yang sebenarnya,” tegas Akbar Patompo.

 

Menurutnya, keberpihakan kepada petani tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kepastian harga yang mampu menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani sawit rakyat.

Berita Terkait

BINUS, IPNU, dan RW 01 Buloa Kolaborasi Tebar Kepedulian Melalui Kurban Iduladha
Kasus Berdarah di Jeneponto, Korban Pembacokan Justru Diduga Dibebani Permintaan Uang
Akhir perpecahan KNPI Kanita & KNPI Surahman Batara; Menyatu di KNPI Vonny
Guru di SMA Negeri 1 Bone Diduga Robek Baju Siswa Saat Menghukum, Tuai Sorotan Publik
3 warga Sulsel Korban konflik Internasional, 2 Disandera di Somalia, 1 ditahan Israel. PB HMI : Gubernur Sulsel Wajib Mendampingi Keluarga Korban
Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung
Muh Ilham Akbar Tompo: KBPP POLRI RESOR MAKASSAR Akui Hasil Munas, Bimo Suryono Ketua Umum Sah
Proyek Bibit Kakao Pinrang Diduga Modus Bancakan Anggaran, HMI Sulsel Desak Audit Investigatif dan Penyelidikan APH

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:47 WIB

DPD PTI Kaltim Soroti Anjloknya Harga TBS di Tengah Keterbukaan Informasi Industri Sawit

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:47 WIB

BINUS, IPNU, dan RW 01 Buloa Kolaborasi Tebar Kepedulian Melalui Kurban Iduladha

Senin, 25 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kasus Berdarah di Jeneponto, Korban Pembacokan Justru Diduga Dibebani Permintaan Uang

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:40 WIB

Akhir perpecahan KNPI Kanita & KNPI Surahman Batara; Menyatu di KNPI Vonny

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:12 WIB

Guru di SMA Negeri 1 Bone Diduga Robek Baju Siswa Saat Menghukum, Tuai Sorotan Publik

Berita Terbaru