Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Humaniora Universitas Cokroaminoto Makassar (BEM FISEH UCM) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (BEM FH UMI) mengecam keras tindakan pembubaran aksi damai yang diduga dilakukan oleh oknum preman saat mahasiswa hendak menyampaikan aspirasi secara langsung kepada sejumlah pimpinan legislatif nasional yang menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Gerindra Sulawesi Selatan di UpperHills Convention Makassar.

Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara damai sebagai upaya menyuarakan berbagai persoalan nasional dan daerah. Kehadiran mahasiswa di lokasi bukan untuk mengganggu jalannya kegiatan, melainkan memanfaatkan momentum berkumpulnya para pimpinan legislatif nasional agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung.

Wakil Sekretaris Jenderal BEM FH UMI, Daeng Ega Refanda, menilai tindakan pembubaran tersebut sebagai bentuk penghalangan terhadap ruang demokrasi.

“Momentum ini seharusnya menjadi ruang diskusi antara mahasiswa dengan para pimpinan legislatif nasional. Kami datang membawa gagasan dan aspirasi rakyat, bukan untuk menciptakan kericuhan. Sangat disayangkan ketika ruang dialog justru ditutup melalui tindakan intimidatif yang diduga dilakukan oleh oknum preman.”

Baca Juga :  Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang Mngikuti Sosialisasi Cyber

Senada dengan itu, Menteri Kajian, Aksi, dan Isu Strategis BEM FISEH UCM, Akbar Abu Basir, mengutuk keras tindakan yang menghalangi mahasiswa dalam menggunakan hak konstitusionalnya.

“Kami mengutuk keras segala bentuk intimidasi dan tindakan yang berusaha membungkam aksi damai mahasiswa. Penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh Pasal 28E ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Atas kejadian ini kami telah membuat laporan resmi di Polrestabes Makassar dan berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas serta memberikan kepastian hukum terhadap laporan yang kami ajukan.”

Ketua BEM FISEH UCM, Anugrah Usman, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi preseden buruk bagi kehidupan demokrasi, terlebih terjadi ketika mahasiswa hendak menyampaikan aspirasi kepada para pejabat publik.

Baca Juga :  Perkuat Ekosistem Ekonomi, Partai Garuda Sulsel Resmi Bentuk Sayap Organisasi "Garuda Autowork"

“Kami sangat kecewa. Aksi yang kami lakukan adalah aksi damai yang bertujuan menyampaikan aspirasi nasional maupun lokal secara langsung kepada para pimpinan legislatif nasional yang hadir di Makassar. Tidak seharusnya mahasiswa yang menyampaikan aspirasi justru mendapatkan tindakan intimidatif. Demokrasi tidak boleh dikalahkan oleh praktik-praktik premanisme.”

BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI menegaskan bahwa segala bentuk penghalangan terhadap kebebasan berpendapat merupakan ancaman bagi kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, kedua lembaga mahasiswa mendesak Polrestabes Makassar untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan, mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pembubaran aksi, serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, kedua organisasi mahasiswa mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi kemahasiswaan untuk bersama-sama mengawal kebebasan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara. Ruang demokrasi harus dijaga agar tidak dikuasai oleh tindakan intimidasi maupun kekerasan yang dapat membungkam suara kritis masyarakat.

Berita Terkait

ALIANSI BONE BERSATU GELAR AKSI DI POLRES BONE, DESAK PENINDAKAN OKNUM APH DIDUGA SALAHGUNAKAN KEWENANGAN DALAM PENANGANAN KASUS NARKOTIKA
JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 00:13 WIB

ALIANSI BONE BERSATU GELAR AKSI DI POLRES BONE, DESAK PENINDAKAN OKNUM APH DIDUGA SALAHGUNAKAN KEWENANGAN DALAM PENANGANAN KASUS NARKOTIKA

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Berita Terbaru