anatomikata.co.id,Makassar-Hari ini, Aliansi Rakyat Menggugat hadir bukan sekadar sebagai suara, tetapi sebagai perlawanan terhadap ketimpangan yang terus diproduksi oleh kebijakan yang abai terhadap keadilan. Momentum ini bukan tanpa akar—ia berpijak pada jejak sejarah perjuangan buruh tahun 1886, ketika hak dan martabat manusia diperjuangkan dengan keberanian melawan penindasan. Hari ini, semangat itu kami hidupkan kembali.
Kami melihat dengan jelas bagaimana ketimpangan tidak hanya terjadi di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, tetapi juga merampas hak paling mendasar: pendidikan. Di negeri yang menjanjikan keadilan sosial, masih terlalu banyak anak bangsa yang terhalang mengakses pendidikan yang layak—bukan karena mereka tidak mampu belajar, tetapi karena sistem membatasi mereka melalui kemiskinan, mahalnya biaya, dan distribusi fasilitas yang timpang.
Pendidikan yang seharusnya menjadi alat pembebasan justru berubah menjadi privilese. Ia tidak lagi menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, melainkan tembok pembatas yang mengukuhkan kesenjangan. Ini adalah kegagalan struktural yang tidak bisa terus ditoleransi.
Kami menolak kondisi ini. Kami menolak narasi pembangunan yang menyingkirkan rakyat kecil. Kami menolak pendidikan yang eksklusif dan tidak adil.
Karena itu, dengan kesadaran penuh dan keberpihakan pada rakyat, kami menyatakan tuntutan sebagai berikut:
1.Grand isu
• sahkan UU ketenagakerjaan baru buruh dan hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing
Isu turunan
1. Sahkan undang” ketenagakerjaan baru pada buru
2. Hapuskan sistem kerja outsourcing dan kontrak
3. Wujudkan upah layak nasional
4. Wujudkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal
5. Tolak dominasi pekerja asing
6. Hentikan intimidasi terhadap aktivis buruh
7. Tolak militer di rana sipil
8. Wujudkan pendidikan gratiss
9. Sejahterahkan tenaga pendidik
10. Bubarkan mbg & KMPI
11. wujudkan pemerataan insfrastruktur & fasilitas pendidikan
12. Tertibkan perusahaan tambang ilegal
13. Wujudkan ruang aman bagi pekerja perempuan
14. Sejahtrahkan rakyat miskin kota
15. Tegakkansupermasi hukum
GRAND ISU
2 Luka Dalam 1 Cita
“Buruh dan pendidikan” saatnya rakyat melawan









