Aliansi Rakyat Menggugat Hadir Bukan Sekadar Suara, Perlawanan Ketimpangan Terus Diproduksi Kebijakan Abai Terhadap Keadilan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,Makassar-Hari ini, Aliansi Rakyat Menggugat hadir bukan sekadar sebagai suara, tetapi sebagai perlawanan terhadap ketimpangan yang terus diproduksi oleh kebijakan yang abai terhadap keadilan. Momentum ini bukan tanpa akar—ia berpijak pada jejak sejarah perjuangan buruh tahun 1886, ketika hak dan martabat manusia diperjuangkan dengan keberanian melawan penindasan. Hari ini, semangat itu kami hidupkan kembali.

 

Kami melihat dengan jelas bagaimana ketimpangan tidak hanya terjadi di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, tetapi juga merampas hak paling mendasar: pendidikan. Di negeri yang menjanjikan keadilan sosial, masih terlalu banyak anak bangsa yang terhalang mengakses pendidikan yang layak—bukan karena mereka tidak mampu belajar, tetapi karena sistem membatasi mereka melalui kemiskinan, mahalnya biaya, dan distribusi fasilitas yang timpang.

Baca Juga :  MAFIA BBM DIDUGA BEROPERASI DI SPBU PATTALLASSANG 74.922.74, FPR SULSEL: NEGARA HARUS BERTINDAK!

 

Pendidikan yang seharusnya menjadi alat pembebasan justru berubah menjadi privilese. Ia tidak lagi menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik, melainkan tembok pembatas yang mengukuhkan kesenjangan. Ini adalah kegagalan struktural yang tidak bisa terus ditoleransi.

 

Kami menolak kondisi ini. Kami menolak narasi pembangunan yang menyingkirkan rakyat kecil. Kami menolak pendidikan yang eksklusif dan tidak adil.

 

Karena itu, dengan kesadaran penuh dan keberpihakan pada rakyat, kami menyatakan tuntutan sebagai berikut:

1.Grand isu

• sahkan UU ketenagakerjaan baru buruh dan hapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing

Baca Juga :  HUT ke-130, BRI Panakkukang Rayakan Kebersamaan dengan Nasabah

 

 

Isu turunan

1. Sahkan undang” ketenagakerjaan baru pada buru

2. Hapuskan sistem kerja outsourcing dan kontrak

3. Wujudkan upah layak nasional

4. Wujudkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat lokal

5. Tolak dominasi pekerja asing

6. Hentikan intimidasi terhadap aktivis buruh

7. Tolak militer di rana sipil

8. Wujudkan pendidikan gratiss

9. Sejahterahkan tenaga pendidik

10. Bubarkan mbg & KMPI

11. wujudkan pemerataan insfrastruktur & fasilitas pendidikan

12. Tertibkan perusahaan tambang ilegal

13. Wujudkan ruang aman bagi pekerja perempuan

14. Sejahtrahkan rakyat miskin kota

15. Tegakkansupermasi hukum

 

GRAND ISU

2 Luka Dalam 1 Cita

“Buruh dan pendidikan” saatnya rakyat melawan

Berita Terkait

ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL
PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR
Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan
Membakar Bukan Tanpa Sebab: Ketika KNPI Kota Makassar Berorganisasi Seperti Obrolan Kedai Kopi
SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS
BEM FISEH UCM GELAR AKSI “MERAH PUTIH DALAM KRISIS: SELAMATKAN PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN DEMOKRASI INDONESIA
REFORMASI JILID II: SULSEL GELAP, MAHASISWA BERGERAK; HMI TEGASKAN EVALUASI TOTAL PEMERINTAHAN PRABOWO–GIBRAN
Pedagang Kelapa Muda Benteng Rotterdam Dorong Menjadi Wisata Kuliner, DPRD: Tidak Ada Penggusuran dan SP 2 Keluar Selama Proses RDP

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:28 WIB

ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:25 WIB

PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:14 WIB

Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:03 WIB

Membakar Bukan Tanpa Sebab: Ketika KNPI Kota Makassar Berorganisasi Seperti Obrolan Kedai Kopi

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:23 WIB

SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS

Berita Terbaru