GENG MOTOR MENGANAS, MAKASSAR DIAMBANG KETAKUTAN! TANTANG POLRESTABES MAKASSAR BERTINDAK TEGAS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR — Founder Matadoor Sekaligus Ketua Umum menyoroti serius maraknya aksi geng motor, tawuran, penganiayaan, hingga penggunaan senjata tajam yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar.

Sorotan ini semakin menjadi perhatian karena aktivitas dan potensi gangguan keamanan masih terjadi pada 6 September 2026, sejak pukul 00.00 hingga 05.00 WITA, yang merupakan waktu rawan ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat.

 

Kondisi tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Persoalan keamanan ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, terlebih ketika masyarakat mulai merasa khawatir untuk beraktivitas pada malam hingga dini hari.

 

Ketua umum sekaligus founder Matadoor Karaeng Emba, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan dari negara.

 

“Kami menantang Kapolrestabes Makassar untuk menunjukkan ketegasan dan langkah nyata dalam menangani persoalan geng motor. Jangan sampai aparat baru bergerak setelah korban berjatuhan atau kasus tersebut menjadi viral di media sosial,” tegas Karaeng Emba Saat Di Wawancarai Di Salah Satu Warkop Di Kota Makassar.

Baca Juga :  Pemcam Paleleh Barat Bahas Ulang Pengelolaan Tambang Rakyat di Desa Bodi

 

Menurutnya, penanganan persoalan geng motor tidak boleh hanya mengandalkan tindakan represif setelah kejadian. Polrestabes Makassar harus memperkuat langkah preventif dan deteksi dini, khususnya pada jam-jam rawan mulai tengah malam hingga menjelang pagi.

Dan mereka juga menyoroti kesiapsiagaan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kota Makassar.

 

“Kami juga menyoroti kesiapsiagaan aparat penegak hukum dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WITA. Aparat tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah terjadi aksi atau setelah masyarakat menjadi korban. Kehadiran dan kesiapsiagaan aparat harus mampu menjadi langkah pencegahan agar potensi tawuran, aksi geng motor, maupun tindak kekerasan dapat diantisipasi sedini mungkin,” Karaeng Emba.

 

Lebih lanjut, Founder Sekaligus Ketua Umum Matadoor mempertanyakan efektivitas pola patroli dan pengamanan yang selama ini diterapkan di sejumlah wilayah rawan.

 

“Kami mempertanyakan apakah pola patroli dan pengamanan yang diterapkan saat ini sudah benar-benar efektif menjangkau titik-titik rawan di Kota Makassar. Ini yang harus dievaluasi oleh Polrestabes Makassar. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa aparat hadir dan siap memberikan perlindungan ketika situasi keamanan mulai meningkat,” lanjutnya.

Baca Juga :  Relawan Gelar Volunteer Camp dan Sirkumsisi Gratis di Desa Bissoloro

 

Selain meningkatkan patroli dan pemetaan wilayah rawan, pemerintah dan aparat kepolisian perlu melibatkan sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta komunitas dalam menciptakan ruang-ruang positif bagi generasi muda.

 

“Kami tidak hanya meminta penindakan. Kami juga meminta strategi pencegahan yang konkret. Anak muda harus diberikan ruang untuk beraktivitas secara positif, sementara mereka yang terbukti melakukan tindak pidana harus diproses secara tegas sesuai hukum,” ujarnya.

 

Organisasi Matadoor menilai keamanan Kota Makassar merupakan tanggung jawab bersama. Namun, kepolisian memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat dapat menggunakan ruang publik tanpa rasa takut.

 

“Masyarakat tidak membutuhkan sekadar pernyataan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Jangan tunggu korban berikutnya baru bertindak. Polrestabes Makassar harus hadir sebelum masyarakat menjadi korban,” tegas Karaeng Emba.

 

Organisasi Matadoor menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap keamanan masyarakat.

Berita Terkait

ANGGARAN RP1,16 MILIAR DIPERTANYAKAN! DPP GAPI DESAK KEJATI SULSEL TELAAH DUGAAN KEJANGGALAN PROYEK SD INPRES CILALANG
Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
Husnul Mubarak Ketua Sapma PP Kota Makassar: Dugaan Kelalaian Pengawasan Tera dan Tera Ulang oleh Disperindag Sulsel, Antrean Panjang BBM Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Makassar
Antrean BBM Berjam-jam di Sulsel, PB HMMI Pertanyakan Klaim Stok Aman

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:44 WIB

GENG MOTOR MENGANAS, MAKASSAR DIAMBANG KETAKUTAN! TANTANG POLRESTABES MAKASSAR BERTINDAK TEGAS

Kamis, 24 September 2026 - 18:19 WIB

ANGGARAN RP1,16 MILIAR DIPERTANYAKAN! DPP GAPI DESAK KEJATI SULSEL TELAAH DUGAAN KEJANGGALAN PROYEK SD INPRES CILALANG

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru