Jeneponto Diperas Jadi Lumbung Listrik, Rakyatnya Dibiarkan Miskin! PB HPMT Ultimatum PLTU, PLN, & PLTB

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENEPONTO — Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (PB HPMT) secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap korporasi dan instansi sektor kelistrikan yang beroperasi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Keberadaan proyek-proyek energi skala besar dinilai gagal memberikan timbal balik yang adil, terutama bagi masa depan dunia pendidikan tinggi lokal.

Kabupaten Jeneponto selama ini telah menjelma menjadi salah satu lumbung dan penyangga energi nasional yang strategis melalui operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya, infrastruktur PT PLN (Persero), hingga Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Jeneponto.

Ironisnya, di tengah pasokan listrik megawatt yang menerangi berbagai wilayah luar, kondisi pendidikan dan nasib mahasiswa asal Jeneponto justru sangat memprihatinkan. Ratusan mahasiswa di Butta Turatea kerap terancam putus kuliah akibat himpitan ekonomi dan minimnya alokasi beasiswa pendidikan tinggi. Korporasi raksasa energi yang mengeruk keuntungan di tanah Jeneponto dinilai tutup mata dan abai terhadap investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Baca Juga :  Penyerahan Bukti Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Masyarakat, Oknum My republik dan Vendor

Ketua Umum PB HPMT, Fahri Nurhidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat daerahnya hanya dijadikan tempat pengerukan kekayaan tanpa ada keberpihakan nyata terhadap kesejahteraan mahasiswa dan dunia pendidikan.

“Jeneponto tidak boleh hanya dijadikan lumbung listrik nasional yang mengenyangkan pihak luar, sementara rakyat kami tetap hidup dalam bayang-bayang kesenjangan. Jika kehadiran PLTU, PLN, dan PLTB tidak memberikan efek kesejahteraan yang signifikan bagi masyarakat Turatea, maka kehadiran mereka patut dipertanyakan ulang. Kami memberikan waktu kepada pihak-pihak terkait untuk segera duduk bersama dan mengevaluasi komitmen mereka terhadap Kabupaten Jeneponto,” tegas Fahri Nurhidayat dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2026).

Fahri menyoroti bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan listrik tersebut tidak pernah transparan dan jarang sekali menyentuh sektor krusial seperti kuota beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta pengembangan kapasitas pemuda Jeneponto.
Oleh karena itu, PB HPMT mendesak pihak manajemen PLTU, PLN, dan PLTB serta pemerintah daerah untuk segera menjawab empat tuntutan krusial berikut:

Baca Juga :  Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan

1. Alokasi Beasiswa Mahasiswa Turatea: Menuntut komitmen nyata berupa program beasiswa pendidikan tinggi yang berkelanjutan bagi mahasiswa Jeneponto dari dana CSR perusahaan energi.
2. Transparansi Kontribusi PAD: Membuka data sejauh mana pendapatan asli daerah terdongkrak untuk mendukung fasilitas pendidikan dan peningkatan kualitas SDM lokal.
3. Afirmasi Pekerja Lokal: Menuntut kejelasan kuota dan proporsi penyerapan tenaga kerja putra-putri daerah Turatea di berbagai level jabatan strategis perusahaan.
4. Tanggung Jawab Lingkungan: Menuntut transparansi dokumen AMDAL serta langkah preventif terhadap potensi pencemaran yang merugikan sektor pertanian dan nelayan warga sekitar.

PB HPMT memberikan ultimatum tegas kepada pihak-pihak terkait untuk segera merespons tuntutan ini. Jika seruan dialog dan evaluasi ini diabaikan, Fahri memastikan bahwa pihaknya akan segera mengonsolidasikan gelombang aksi massa untuk turun ke jalan menuntut keadilan bagi rakyat dan mahasiswa Jeneponto.

Berita Terkait

GENG MOTOR MENGANAS, MAKASSAR DIAMBANG KETAKUTAN! TANTANG POLRESTABES MAKASSAR BERTINDAK TEGAS
ANGGARAN RP1,16 MILIAR DIPERTANYAKAN! DPP GAPI DESAK KEJATI SULSEL TELAAH DUGAAN KEJANGGALAN PROYEK SD INPRES CILALANG
Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
Husnul Mubarak Ketua Sapma PP Kota Makassar: Dugaan Kelalaian Pengawasan Tera dan Tera Ulang oleh Disperindag Sulsel, Antrean Panjang BBM Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Makassar

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:57 WIB

Jeneponto Diperas Jadi Lumbung Listrik, Rakyatnya Dibiarkan Miskin! PB HPMT Ultimatum PLTU, PLN, & PLTB

Kamis, 24 September 2026 - 18:44 WIB

GENG MOTOR MENGANAS, MAKASSAR DIAMBANG KETAKUTAN! TANTANG POLRESTABES MAKASSAR BERTINDAK TEGAS

Kamis, 24 September 2026 - 18:19 WIB

ANGGARAN RP1,16 MILIAR DIPERTANYAKAN! DPP GAPI DESAK KEJATI SULSEL TELAAH DUGAAN KEJANGGALAN PROYEK SD INPRES CILALANG

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru

Daerah

KAWAL BEASISWA BOMBANA 2026: DARI ASPIRASI MENUJU EVALUASI

Sabtu, 26 Sep 2026 - 00:05 WIB