anatomikata.co.id, Makassar – Seorang aktivis mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh oknum Satpol PP saat berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi. Korban menyatakan tidak menerima tindakan tersebut dan telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar.
Menurut pengakuannya, saat insiden terjadi dirinya hanya berupaya menghalangi pemasangan pagar serta mengimbau rekan-rekannya agar tidak melakukan tindakan di luar kesepakatan bersama. Namun, ia mengaku justru menjadi sasaran pemukulan oleh salah satu anggota Satpol PP.
“Saya hanya berusaha menenangkan situasi dan mengarahkan teman-teman agar tetap sesuai kesepakatan. Namun saya malah mendapat tindakan kekerasan berupa pemukulan,” ujarnya.
Korban menegaskan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Polrestabes Makassar dan berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Ia juga menyampaikan peringatan bahwa apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada perkembangan atau langkah hukum yang jelas terhadap laporan yang telah diajukan, pihaknya bersama sejumlah aktivis akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Makassar.
Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk tuntutan agar dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat mendapat perhatian serius serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini kini menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian guna mengungkap fakta dan memastikan adanya kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.









