Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Seorang aktivis mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh oknum Satpol PP saat berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi. Korban menyatakan tidak menerima tindakan tersebut dan telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar.

Menurut pengakuannya, saat insiden terjadi dirinya hanya berupaya menghalangi pemasangan pagar serta mengimbau rekan-rekannya agar tidak melakukan tindakan di luar kesepakatan bersama. Namun, ia mengaku justru menjadi sasaran pemukulan oleh salah satu anggota Satpol PP.

Baca Juga :  Anak Laki-laki 8 Bulan Dipisahkan Dari Orang Tua Di Maros, Kuasa Hukum Sigap Menyikapi Permasalahan Ini

“Saya hanya berusaha menenangkan situasi dan mengarahkan teman-teman agar tetap sesuai kesepakatan. Namun saya malah mendapat tindakan kekerasan berupa pemukulan,” ujarnya.

Korban menegaskan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Polrestabes Makassar dan berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut secara profesional dan transparan.

Ia juga menyampaikan peringatan bahwa apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada perkembangan atau langkah hukum yang jelas terhadap laporan yang telah diajukan, pihaknya bersama sejumlah aktivis akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Makassar.

Baca Juga :  Camat Makassar Husni Mubarak Menghadiri Kegiatan Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Korpri ke - 53 Tahun 2024

Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk tuntutan agar dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat mendapat perhatian serius serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini kini menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian guna mengungkap fakta dan memastikan adanya kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Berita Terkait

ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL
PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR
Membakar Bukan Tanpa Sebab: Ketika KNPI Kota Makassar Berorganisasi Seperti Obrolan Kedai Kopi
SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS
BEM FISEH UCM GELAR AKSI “MERAH PUTIH DALAM KRISIS: SELAMATKAN PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN DEMOKRASI INDONESIA
REFORMASI JILID II: SULSEL GELAP, MAHASISWA BERGERAK; HMI TEGASKAN EVALUASI TOTAL PEMERINTAHAN PRABOWO–GIBRAN
Pedagang Kelapa Muda Benteng Rotterdam Dorong Menjadi Wisata Kuliner, DPRD: Tidak Ada Penggusuran dan SP 2 Keluar Selama Proses RDP
KSB KNPI Sulsel di Isi Para Ketua Partai, Cerminan Rumah Besar Pemuda Yang Inklusif.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:28 WIB

ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:25 WIB

PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:14 WIB

Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:03 WIB

Membakar Bukan Tanpa Sebab: Ketika KNPI Kota Makassar Berorganisasi Seperti Obrolan Kedai Kopi

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:23 WIB

SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS

Berita Terbaru