Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Seorang aktivis mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh oknum Satpol PP saat berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi. Korban menyatakan tidak menerima tindakan tersebut dan telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar.

Menurut pengakuannya, saat insiden terjadi dirinya hanya berupaya menghalangi pemasangan pagar serta mengimbau rekan-rekannya agar tidak melakukan tindakan di luar kesepakatan bersama. Namun, ia mengaku justru menjadi sasaran pemukulan oleh salah satu anggota Satpol PP.

Baca Juga :  Bendahara Daerah Aliansi BEM Nusantara Sulsel: Penguasaan 41 Dapur di Sulsel Cederai Cita-cita Ekonomi Kerakyatan

“Saya hanya berusaha menenangkan situasi dan mengarahkan teman-teman agar tetap sesuai kesepakatan. Namun saya malah mendapat tindakan kekerasan berupa pemukulan,” ujarnya.

Korban menegaskan bahwa laporan resmi telah disampaikan ke Polrestabes Makassar dan berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus tersebut secara profesional dan transparan.

Ia juga menyampaikan peringatan bahwa apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada perkembangan atau langkah hukum yang jelas terhadap laporan yang telah diajukan, pihaknya bersama sejumlah aktivis akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Makassar.

Baca Juga :  LBH Suara Panrita Keadilan Ancam Laporkan Oknum Agen BRI Tanakeke ke Polres Takalar Yang Diduga Gelapkan Dana Nasabah

Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk tuntutan agar dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat mendapat perhatian serius serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini kini menunggu tindak lanjut dari pihak kepolisian guna mengungkap fakta dan memastikan adanya kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Berita Terkait

Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi
HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang
Air Bersih Langka di Tengah Tambang Nikel, SIGAPI Desak Pemkab Bombana, DPRD, dan Perusahaan Buka Data CSR-PPM ke Publik
Bem Hukum Umi Menolak Seremoni Kekuasaan, Menuntut Pertanggungjawaban Negara “Negara yang kehilangan keberanian untuk mendengar kritik akan perlahan kehilangan legitimasi untuk memerintah.”
Mahasiswa Kabaena Barat Soroti Kebijakan Hauling Tambang, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat
Diduga Beroperasi Tanpa Kepastian Hukum, Tambang Pasir Silika di Pinrang Menuai Sorotan
BEM FISEH Akan Menggelar Aksi “Gruduk UpperHills Convention Hall”, Jadikan Momentum Kedatangan Wakil Ketua DPR RI sebagai Ruang Penyampaian Aspirasi Mahasiswa

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:17 WIB

HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Air Bersih Langka di Tengah Tambang Nikel, SIGAPI Desak Pemkab Bombana, DPRD, dan Perusahaan Buka Data CSR-PPM ke Publik

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Bem Hukum Umi Menolak Seremoni Kekuasaan, Menuntut Pertanggungjawaban Negara “Negara yang kehilangan keberanian untuk mendengar kritik akan perlahan kehilangan legitimasi untuk memerintah.”

Berita Terbaru