Berkarya Membangun Kesehatan Bangsa: 75 Tahun Hari Dokter Nasional

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Jakarta – Pada tanggal 24 Oktober 2025 Memasuki peringatan Hari Dokter Nasional ke-75 yang juga bertepatan dengan ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI), berbagai kalangan reflektif terhadap perjalanan panjang pengabdian dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia. Momentum ini dinilai bukan sekadar perayaan, tetapi juga ajakan untuk memperkuat komitmen terhadap pemerataan layanan kesehatan di seluruh pelosok negeri.

Mengenang Perjuangan di Masa Pandemi

Praktisi kesehatan sekaligus Asesor Program Penugasan Khusus Dokter untuk daerah pelosok, dr. Haerul Anwar, mengingatkan bahwa sejarah pengabdian tenaga medis tidak bisa dilepaskan dari masa pandemi COVID-19.

“Pandemi menjadi masa paling menegangkan dan mengharukan dalam sejarah profesi kedokteran di Indonesia. Banyak dokter dan tenaga kesehatan gugur saat berjuang di garis depan demi menyelamatkan nyawa masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/10).

Data dari IDI dan organisasi profesi kesehatan menunjukkan, ratusan dokter serta ribuan tenaga kesehatan termasuk perawat dan bidan  meninggal dunia akibat terpapar virus saat menjalankan tugas. Pengorbanan mereka, kata Haerul, menjadi simbol nyata dedikasi dan keberanian profesi medis Indonesia.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan Pengelolaan Arsip Dinas Kerasipan Kota Makassar Di Kecamatan Makassar

Kemajuan dan Kesenjangan

Meski indikator kesehatan nasional menunjukkan perbaikan, seperti meningkatnya usia harapan hidup dan menurunnya angka kematian ibu dan bayi, Haerul menilai masih terjadi kesenjangan tajam dalam distribusi dokter dan fasilitas kesehatan.

“Sebagian besar dokter spesialis masih terpusat di kota besar. Sementara daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) masih kekurangan tenaga medis dan fasilitas memadai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di sejumlah daerah terpencil, dokter dan tenaga kesehatan kerap menghadapi risiko keamanan, keterbatasan logistik, hingga ancaman keselamatan jiwa. “Ada yang harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai lokasi pelayanan, bahkan menghadapi situasi sosial yang tidak aman. Ini bentuk perjuangan nyata yang sering tak terlihat publik,” tambahnya.

Seruan untuk Pemerataan Kesehatan

Dalam momentum Hari Dokter Nasional kali ini, IDI dan para praktisi kesehatan menyerukan tiga langkah prioritas untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, yakni:

  1. Pemerataan distribusi dokter dengan kebijakan insentif dan program penugasan khusus yang efektif di daerah 3T.
  2. Peningkatan infrastruktur kesehatan agar setiap puskesmas dan rumah sakit memiliki fasilitas dan alat memadai.
  3. Perlindungan dan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk jaminan keamanan fisik dan hukum di wilayah berisiko tinggi.
Baca Juga :  DPP HIPMA GOWA DESAK DPRD TUNTASKAN HAK ANGKET: JANGAN SANDERA RAKYAT DENGAN KEGADUHAN POLITIK

“Dokter adalah denyut nadi bangsa. Agar nadi itu terus berdetak kuat, mereka harus didukung dengan kebijakan, fasilitas, dan perlindungan yang adil,” tutur Haerul.

Harapan di Usia ke-75

Haerul menilai usia ke-75 tahun menjadi momentum reflektif bagi profesi dokter di Indonesia untuk terus berkarya membangun kesehatan bangsa. Ia berharap sinergi antara IDI, pemerintah, dan masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkeadilan.

“Semangat pengabdian tidak boleh padam. Di setiap denyut nadi rakyat Indonesia, ada tangan dokter yang bekerja dengan hati dan menyalakan harapan bagi masa depan bangsa,” ujarnya menutup pernyataan.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru