anatomikata.co.id, Bulukumba – Seorang siswa kelas 1 di SDN 3 Kasimpureng, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, dilaporkan menjadi korban dugaan perundungan fisik di lingkungan sekolah. Korban berinisial AF mengalami luka pada bagian dagu serta tekanan psikologis akibat perlakuan yang diterimanya dari sejumlah teman sekelas.
Insiden tersebut disebut terjadi pada Desember 2025. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka akibat tusukan pulpen, sementara botol minumnya dirusak setelah dilempar ke dinding. Orang tua korban, Radinal, mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya yang kini menjadi lebih pendiam dan enggan bersekolah.
Tak hanya soal tindakan kekerasan, keluarga korban juga menyoroti dugaan pernyataan dari pihak sekolah yang dinilai tidak sensitif. Berdasarkan keterangan salah satu guru, kepala sekolah disebut menyampaikan bahwa korban lebih cocok bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Pernyataan tersebut memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga.
“Kami berharap sekolah melindungi anak, bukan malah menyudutkan korban,” ujar wa’dil selaku aktivis & mahasiswa bulukumba.
Pihak keluarga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SDN 3 Kasimpureng terkait dugaan tersebut.









