GEOPOLITIK WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI PEMAHAMAN IDEOLOGI KADER HMI

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Wahyudin                                                 ketua Umum Komisariat USTS UMI              Cabang Makassar 

anatomikata.co.id, Makassar – Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) wawasan Nusantara sebagai geopolitik pemikiran kader HMI sebagai ideologi dalam mewujudkan cita cita Indonesia, dalam mempelajari dalam konteks wilaya cara pandang dalam menghubungkan nilai nilai keislaman dengan keindonesiaan

Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) merupakan pengejewantahan dalam pasal 6 anggara dasar Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ), ini merupakan akar dari pendirian kader dalam melihat kondisi dalam geopolitik indonesia namu tetap berakar dalam satu kesatuan.

Kita ketahui bahwa wawasan nusantara sebagai pemahaman ideologi bagi kader insan cita harus mengenal identitas keindonesiaan berdasarkan pada Undang-undang 1945 dan Pancasila sehingga menjadi warga nasionalisme, dalam hal ini Organisasi sebagai wadah yang perjuangan dalam melihat kondisi bangsa saat ini sudah banyak polemik yang di hadapi oleh bangsa karena kurang kesadaran pemerintah, hal paling dasar dalam wawasan nusantara banyak kasus yang kemudian oleh warga negara di bangsa ini.

Menanggulangi kesadaran geografi dalam keindonesiaan tantangan paling besar saat ini semakin kompleks dan struktural yang dipengaruhi oleh Global dalam kondisi internal bangsa. Wawasan nusantara ini sebagai pemahaman sebagai ideologi kader HMI harus mewujudkan tujuan dari visi misi persatuan bangsa, tetapi sering menjadi permasalahan dengan kondisi realitas sosial di lapangan, dengan visi misi persatuan ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama apalagi kader Himpunan Mahasiswa harus memiliki semangat keislaman dan kebangsaan sebagai penyatuan dalam mewujudkan Nasionalisme.

Baca Juga :  Vonny Ameliani Suardi Menang Telak: Musda KNPI XVI Sulsel Tetapkan Aklamasi

Konflik internal bangsa menggugurkan nilai nilai kesatuan yang melahirkan ancaman perpecahan antar umat dan bangsa, kita lihat saja realitas sosial yang terjadi pada hari ini salah satunya di bagian Papua ini merupakan tantangan berat bagi bangsa ini dalam mewujudkan integritas dalam politik dalam memberikan keamanan, problem ini tidak mampu diselesaikan oleh pemerintah maka perang kader HMI harus memberikan pemahan ideologi nusantara terhadap publik dalam menarik kesatuan bangsa dalam wajah nasionalisme, sebenarnya paling mendasar pemerintah harus mengupayakan dalam menetralisir kan dalam keamanan.

Sebagai Kader HMI sebagai pelopor bangsa dan pemimpin masa depan harus melibatkan dalam dunia politik dalam memberikan kebijakan dan dorong pembangunan dalam pemerataan dalam kondisi ekonomi, Bangsa khusunya daerah yang tertinggal. Masalah

Sebenrnya kita perlu ketahui kerangka ideologi pahaman sebagai kader HMI namu dalam kacamata HMI nusantara sebagai ruang pengabdian yang dimana semangat keislam dan kebangsaan tersebut di aktualisasikan dalam wacana nusantara Himpunan Mahasiswa Islam dan Nusantara sudah di rangkul dalam islam keindonesiaan

Baca Juga :  Sulawesi Selatan Darurat : Tambang Ilegal dan Kerusakan Lingkungan.

Dalam wacana HMI nusantara harus menjadi spirit bagi setiap warga negara dan harus menganut pahaman bahwa dalam kehidupan harus terhindar dari persoalan konflik ini menjadi dasar karena Nusantara bukan sekedar wilayah dalam geografi akan tetapi sebagai bentuk perjuangan dalam menkondisikan perdamaian intinya ideologi sebagai pahaman yang harus membumi dalam indentitas keindonesiaan dalam sosiologi nusantara

Artinya kesadaran bernegara harus menuju pada keadilan karena kita tahu bahwasannya nuansa pengimplementasian saling menghargai karakter antar suku kita ketahui dalam konteks NDP HMI sebagai melawan penindasan di bummu nusantara oleh kolonialisme baru maupun ketidak adilan ekonomi

Cita-cita geopolitik indonesia yang dicita-citakan oleh HMI yaitu kemakmuran dan keadilan dari sabang sampai merauke tanpa ada penindasan suku dan budaya dan kehidupan harus disejahterakan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, maka dari itu kita harus menolak ideologi transnasional yang akan mengantikan ideologi negara yang semata mata merusak tatanan sosial menjadi Nusantara yang bermartabak kader HMI harus mampu menampilkan toleransi dengan sesuai karakter masyarakat Nusantara dan kemudian kader HMI harus mampu menjawab persoalan kemiskinan dan penindasan apalagi kebodohan anak bangsa yang harus diwujudkan dengan berperang sebagai guru bangsa.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB