HMI Koordinator Komisariat UMI Soroti Dugaan Ketimpangan Penanganan Aparat dalam Konflik Peringatan 3 Dekade AMARAH di Makassar

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Makassar – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Muslim Indonesia, Qemal Habib Adi, angkat bicara terkait penanganan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam konflik yang terjadi saat peringatan April Makassar Berdarah pada April 2026 di Makassar.

Menurut Qemal, peristiwa tersebut tidak bisa sekadar dilihat sebagai benturan spontan di lapangan. Ia menilai ada persoalan dalam cara aparat mengelola situasi sejak awal, terutama ketika potensi konflik sebenarnya sudah terlihat.

“Eskalasinya itu terjadi bertahap, tapi tidak diantisipasi dengan baik. Di situ kami melihat ada kelemahan dalam pengelolaan pengamanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/4/2026).

Ia menegaskan, tindakan penyerangan terhadap mahasiswa serta pengrusakan fasilitas kampus dan kendaraan pribadi merupakan pelanggaran hukum yang seharusnya ditangani secara cepat dan berimbang. Namun, yang terjadi di lapangan justru menimbulkan tanda tanya.
“Kalau dilihat, respons aparat terhadap situasi ini tidak seimbang. Ketika satu pihak cepat ditindak, sementara pihak lain yang mengalami kerugian tidak mendapatkan perlindungan yang sama, wajar kalau publik mulai mempertanyakan,” katanya.

Baca Juga :  PB HMI Kutuk Serangan AS–Israel ke Iran, Serukan Persatuan Negara-Negara Islam dan Evaluasi BOP

Qemal juga menyoroti proses pengamanan yang dilakukan aparat. Ia menyebut ada mahasiswa yang tidak terlibat langsung dalam aksi demonstrasi justru ikut diamankan. Di sisi lain, belum terlihat adanya tindakan serupa terhadap pihak lain yang diduga terlibat dalam penyerangan.

“Ini yang jadi pertanyaan besar. Ada mahasiswa yang tidak ikut aksi tapi diamankan, sementara belum ada kejelasan soal penindakan terhadap pihak lain yang diduga melakukan kekerasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, di lapangan juga muncul dugaan bahwa aparat menyaksikan langsung sejumlah tindakan kekerasan, termasuk penggunaan alat berbahaya seperti busur. Namun, menurutnya, tidak terlihat adanya langkah tegas terhadap pelaku.

“Kalau memang ada tindakan kekerasan yang terjadi di depan aparat, seharusnya ada tindakan cepat. Kalau tidak, wajar kalau kemudian muncul anggapan adanya pembiaran,” kata Qemal.

Baca Juga :  Sekum HMI Banggai Laporkan Oknum Pejabat Danramil ke Bawaslu RI

Lebih jauh, ia menilai konflik antara mahasiswa dan pengemudi ojek online tidak terjadi begitu saja, melainkan berkembang karena situasi yang tidak terkendali.

“Negara itu harus hadir mencegah konflik, bukan menunggu sampai situasi memanas. Ketika sudah terjadi benturan seperti ini, berarti ada yang tidak berjalan dengan baik dalam pengendalian situasi,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, HMI Koordinator Komisariat Universitas Muslim Indonesia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan dan pengrusakan, serta memastikan penegakan hukum berjalan adil tanpa tebang pilih. Mereka juga meminta penjelasan terbuka terkait prosedur pengamanan yang dilakukan saat kejadian berlangsung.

Selain itu, HMI mendorong adanya investigasi independen agar penanganan kasus ini bisa lebih transparan dan akuntabel.

“Ini bukan cuma soal satu kejadian. Ini soal kepercayaan publik. Kalau tidak dijelaskan dengan terbuka, yang hilang bukan cuma keadilan, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap hukum,” tutupnya.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru