anatomikata.co.id, Makassar – Pengerjaan pada dinas pengerjaan umum mendapat sorotan tajam dari kalangan aktivis mahasiswa dan pemuda terkhusus pada pengerjaan jalan di berbagai titik di kota makassar.
Hal itu terjadi setelah hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) yang menemukan kejanggalan pada 13 paket pengerjaan diberbagai titik termasuk jalan-jalan kota.
Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI pada 13 paket pengerjaan yang dianggarkan pada tahun 2024 terdapat kekurangan volume pada setiap paket pengerjaannya yang jika diakumulasikan terdapat kerugian negara sebesar Rp.805.043.611.
Atas dasar tersebut Aliasi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan yang terdiri dari tiga organisasi kepemudaan dan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menyikapi problem tersebut.
Andi. Baso makkawaru selaku jendral lapangan menegaskan bahwa aksi yang akan mereka laksanakan bukan semata-mata untuk membuat teguran bagi para pejabat akan tetapi aksi tersebut menjadi langkah tegas pemuda dan mahasiswa untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat untuk mendapatkan sarana dan prasarana yang layak.
“Aksi yang akan kami gelar bukan hanya sebagai pengingat bagi pejabat tapi aksi ini untuk bagaimana mengawal hak-hak yang harusnya dirasakan oleh masyarakat terkhusus pada jalur transportasi yang layak”.
Andi Baso. juga menambahkan bahwa aksi tersebut akan mendesak ketegasan Kejaksaan Tinggi sulawesi sekatan untuk menciptakan hukum yang adil dan bermartabat terkhusus pada pemberantasan korupsi di sulawesi selatan.









