Ketua GMNI Palopo Dorong Pembentukan Provinsi Luwu Raya

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Palopo – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Palopo, Juan, menegaskan bahwa dorongan pembentukan Provinsi Luwu Raya harus dipahami sebagai jawaban atas ketimpangan struktural pembangunan yang selama ini dialami masyarakat di wilayah Tana Luwu.

Juan menyampaikan, berdasarkan kajian GMNI, wilayah Luwu Raya yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Sulawesi Selatan, terutama dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, dan sumber daya alam strategis lainnya. Namun, kontribusi tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan rakyat di daerah.

“Luwu Raya adalah wilayah kaya sumber daya, tetapi rakyatnya belum menikmati hasil pembangunan secara adil. Ini adalah persoalan ketimpangan struktural yang bertentangan dengan amanat keadilan sosial,” tegas Juan, Ketua DPC GMNI Palopo.

Baca Juga :  Ketika Laut Mandar Berkisah, Sandeq Adalah Bahasanya

Ia menjelaskan, secara geografis dan administratif, rentang kendali pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan yang terlalu luas berdampak pada tidak optimalnya pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta perencanaan ekonomi yang berbasis kebutuhan lokal di Luwu Raya.

Dalam perspektif Marhaenisme, lanjut Juan, negara seharusnya hadir secara nyata untuk melindungi kepentingan rakyat kecil (marhaen) dan memastikan distribusi hasil pembangunan yang adil dan merata.

“Pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan tuntutan emosional apalagi kepentingan elit. Ini adalah tuntutan objektif berdasarkan kondisi sosial, ekonomi, dan historis wilayah. Negara wajib menghadirkan struktur pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Juan juga menyoroti kebijakan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masih diberlakukan pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh diterapkan secara menyeluruh tanpa melihat konteks dan kesiapan daerah.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Sabbang–Tallang, Gerak Indonesia Tantang Prabowo Subianto Tindak Kadernya‼️

“Moratorium tidak boleh menjadi alat pembungkam aspirasi rakyat. Kajian GMNI menunjukkan bahwa Luwu Raya memiliki identitas sejarah yang kuat, basis sosial yang solid, serta potensi ekonomi yang mampu menopang pemerintahan provinsi,” lanjutnya.

Sebagai organisasi mahasiswa ideologis, GMNI Palopo, kata Juan, berkomitmen untuk mengawal perjuangan Provinsi Luwu Raya secara ilmiah, konstitusional, dan berkelanjutan, melalui kajian akademik, advokasi kebijakan, serta konsolidasi gerakan mahasiswa dan rakyat.

“Provinsi Luwu Raya adalah keniscayaan sejarah dan bagian dari agenda besar mewujudkan keadilan sosial. GMNI Palopo akan terus berdiri bersama rakyat hingga cita-cita itu terwujud,” pungkas Juan.

Berita Terkait

Industri Gula Aren yang Kian Menurun di Tamarunang, Kabupaten Jeneponto
Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:13 WIB

Industri Gula Aren yang Kian Menurun di Tamarunang, Kabupaten Jeneponto

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Berita Terbaru