anatomikata.co.id, Palopo – Kondisi kebersihan di Kota Palopo menuai sorotan tajam. Aktivis pemuda asal Palopo, Reski Halim, menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja Pemerintah Kota yang dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan, khususnya dalam penanganan sampah.
Ia menilai, sejak dilantiknya Wali Kota Palopo, Naili Trisal, sekitar enam bulan lalu, kondisi kota justru mengalami kemunduran. Menurutnya, berbagai titik di kota kini dipenuhi sampah dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga.
“Alih-alih menghadirkan perubahan, wajah Palopo yang berslogan Palopo baru, hari ini justru menunjukkan kemunduran. Kota ini perlahan berubah menjadi ruang hidup yang dipenuhi sampah, bau, dan pembiaran,” ujarnya.
Reski juga menyoroti penggunaan slogan daerah yang dinilai tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Slogan “Idamana” (Indah, Damai, Aman), menurutnya, kini terkesan sekadar jargon tanpa implementasi nyata.
“Di mana indahnya ketika sampah berserakan? Di mana damainya saat warga harus hidup dengan bau busuk setiap hari? Dan di mana amannya jika lingkungan kotor menjadi ancaman kesehatan?” katanya.
Ia menilai, fokus pemerintah daerah seharusnya diarahkan pada kerja nyata, bukan sekadar narasi atau perdebatan politik yang tidak produktif. Dalam pandangannya, enam bulan merupakan waktu yang cukup untuk menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas.
Sebagai perbandingan, Reski menyinggung kepemimpinan Tri Rismaharini di Surabaya yang dinilai berhasil membenahi kebersihan kota melalui kerja nyata dan keterlibatan langsung di lapangan.
“Perbedaan itu terlihat jelas. Kepemimpinan diuji oleh kerja, bukan sekadar simbol atau slogan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai persoalan kebersihan mencerminkan masalah mendasar dalam tata kelola kota.
Menurut Alumni Kehutanan Unanda ini, katanya lingkungan yang kotor menunjukkan belum optimalnya manajemen pengelolaan yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.
Reski juga menyampaikan bahwa kritik yang ia sampaikan merupakan bentuk kepedulian, bukan serangan personal.
Ia mengingatkan bahwa kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan dan membutuhkan langkah cepat serta konkret dari pemerintah daerah.
“Ini bukan sekadar kritik, tapi peringatan. Kota ini tidak boleh terus seperti ini. Perubahan harus dimulai sekarang,” ujarnya.
“Warga tidak bisa terus menunggu. Jika tidak mampu menghadirkan perubahan, maka seharusnya ada evaluasi serius terhadap kepemimpinan yang berjalan,” tutupnya.









