Skandal Birokrasi UM Barru: Tegur Mahasiswa Melanggar, Kaprodi Malah Dipecat—Kampus Dinilai Melenceng dari Ruh Muhammadiyah

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, BARRU – Dunia pendidikan di Kabupaten Barru kembali menelan pil pahit akibat kebobrokan tata kelola akademis. Universitas Muhammadiyah Barru (UM Barru) secara telanjang mempertontonkan praktik otoriter dan lelucon birokrasi yang memuakkan: seorang Kepala Program Studi (Kaprodi) mendadak dicopot dari jabatannya hanya karena berani menegakkan aturan dan menegur mahasiswa yang melanggar norma kampus.

Kebijakan yang kental dengan nuansa kesewenang-wenangan ini menjadi bukti betapa kerdilnya mentalitas pimpinan institusi. Bukannya memasang badan melindungi integritas akademis dan mendukung pengajar yang menegakkan disiplin, birokrasi UM Barru justru memilih membungkuk pada pelanggar aturan dan mengorbankan pejabatnya sendiri.

Baca Juga :  Kader HMI Mulai Bergerak! Nurfajri Ramadhan Disebut Figur Paling Siap Pimpin KNPI Bantaeng

Pencopotan sepihak ini bukan sekadar keputusan administratif yang cacat moral, melainkan bentuk pembunuhan karakter terhadap pendidik yang menjalankan kewajibannya. Insiden ini mempertegas tudingan publik bahwa UM Barru saat ini telah melenceng jauh dari Khittah, cita-cita, dan tujuan luhur persyarikatan Muhammadiyah.

Muhammadiyah yang didirikan atas dasar semangat “amar ma’ruf nahi munkar” dan penegakan keadilan, kini seolah ditinggalkan oleh pengelola UM Barru. Kampus yang seharusnya menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter dan moralitas bangsa, kini bergeser menjadi panggung kediktatoran birokrasi kecil yang anti-kritik, menindas yang benar, dan melindung yang salah.

Baca Juga :  MBG dan Sekolah Rakyat, Simbol Generasi Sehat dan Mempersiapkan Masa Depan

Praktik kotor dan bobrok ini menjadi sinyal bahaya bagi masa depan perguruan tinggi Muhammadiyah di Barru. Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, hingga Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah didesak untuk tidak tutup mata dan segera turun tangan membersihkan oknum-oknum birokrasi yang merusak marwah organisasi.

Jika keputusan nir-etika dan sewenang-wenang ini terus dipelihara, UM Barru tak hanya kehilangan marwah dan kepercayaan publik, tetapi juga telah benar-benar melacurkan nama besar Muhammadiyah demi kepentingan oligarki birokrasi kampus yang krisis moral.

Berita Terkait

Walikota Makassar Dianggap Gagal Dalam Menerapkan Kebijakan.
BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI
BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Desa Sikkuale
Mahasiswa KKN-T Unhas Laksanakan Edukasi Ecoprint di SDN 43 Pinrang
RISET ADVOKASI HMI SULSEL: KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DUKUNG PARTISIPASI PUBLIK DALAM EVALUASI PROGRAM STRATEGIS NASIONAL
JAM.ID Gelar Aksi Jilid II, Desak Kejati Sulsel Supervisi Dugaan Korupsi Pengadaan Alsintan di Soppeng
RISET ADVOKASI HMI SULSEL: DINKES UNGKAP KETERBATASAN PENGAWASAN MBG, TEKANKAN URGENSI STANDAR KESEHATAN MENUJU REKOMENDASI NASIONAL

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Walikota Makassar Dianggap Gagal Dalam Menerapkan Kebijakan.

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Skandal Birokrasi UM Barru: Tegur Mahasiswa Melanggar, Kaprodi Malah Dipecat—Kampus Dinilai Melenceng dari Ruh Muhammadiyah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:37 WIB

BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:02 WIB

BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:30 WIB

Mahasiswa KKN-T Unhas Laksanakan Edukasi Ecoprint di SDN 43 Pinrang

Berita Terbaru