Sulawesi Selatan Darurat : Tambang Ilegal dan Kerusakan Lingkungan.

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sulawesi Selatan melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), Muhammad Rafly Tanda, menyatakan keprihatinan serius terhadap kondisi darurat ekologis yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan.

Maraknya aktivitas tambang ilegal, kerusakan parah pada ekosistem mangrove, serta perambahan hutan lindung menjadi potret nyata lemahnya fungsi pengawasan lingkungan di daerah ini. Sayangnya, hingga saat ini kami tidak melihat adanya langkah konkret dari Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), maupun Dinas ESDM Provinsi Sulsel dalam menangani berbagai kasus perusakan lingkungan tersebut.

Baca Juga :  Menolak Gelar Pahlawan Untuk Soeharto, Mahasiswa Makassar Gelar Demo Solo

Ketiadaan penindakan terhadap pelaku perusak lingkungan, baik individu maupun korporasi, menjadi tanda tanya besar: ada apa dengan sistem pengawasan dan penegakan hukum kita?

Kerusakan ini bukan hanya berdampak pada alam, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat, terutama mereka yang tinggal di sekitar wilayah tambang dan pesisir. Hutan mangrove yang rusak menyebabkan abrasi, kehilangan biodiversitas, dan hilangnya sumber mata pencaharian nelayan. Sementara itu, aktivitas tambang ilegal mencemari air, memicu konflik agraria, serta mempercepat kerusakan kawasan lindung.

Baca Juga : 

Oleh karena itu, HMI Badko Sulsel menyatakan :

1. Mendesak APH, DLHK, dan Dinas ESDM   Sulsel untuk segera mengambil langkah hukum terhadap aktivitas tambang ilegal dan pelanggaran lingkungan.
2. Menuntut transparansi dalam setiap proses izin tambang dan reklamasi di wilayah Sulawesi Selatan .

Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, akademisi, dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawal isu kerusakan lingkungan di Sulsel.
Kami percaya, melindungi lingkungan adalah bentuk jihad sosial di tengah krisis ekologi. Jangan biarkan Sulsel hancur karena pembiaran dan konspirasi diam terhadap para perusak alam.

Berita Terkait

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak
Ketua Umum MATADOR Angkat Bicara Terkait Dugaan Tindakan Represif terhadap Pemuda Pelaku Bakti Sosial di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️

Berita Terbaru