Respons Cepat Menteri ATR/BPN dalam Sengketa Tanah Metro Tanjung Bunga Dinilai Kontras dengan Penanganan Kasus Rakyat Kecil

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Pada tanggal Kamis, 6 November 2025 Sengketa lahan di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, tepat di depan Trans Studio Mall (TSM) Makassar, kembali menjadi perhatian publik.

Polemik yang melibatkan Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden RI) dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) ini menuai sorotan tajam setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merespons dengan cepat terhadap klaim kepemilikan lahan tersebut.

Namun, di balik respons kilat pemerintah ini, muncul kritik keras dari Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum yang menilai adanya ketimpangan perlakuan dalam penanganan sengketa tanah di Indonesia.

“Kami menilai ada kejanggalan dalam pola penanganan sengketa tanah. Ketika melibatkan tokoh besar seperti mantan Wakil Presiden, penyelesaiannya berlangsung cepat dan serius. Tapi ketika rakyat kecil yang berkonflik, kasusnya berjalan di tempat tanpa kepastian hukum,” tegas Cimeng, Ketua Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda Bajeng Soroti Ketidaksesuaian Menu dan Anggaran MBG di Desa Pabentengan

Ketimpangan Prioritas dan Wajah Hukum yang Berbasis Status Sosial

Respons cepat pemerintah dalam kasus Metro Tanjung Bunga dianggap memperlihatkan wajah hukum pertanahan yang timpang dan berorientasi kelas. Ketika kepentingan elite tersentuh, negara tampak sigap dan terkoordinasi.

Namun, dalam kasus masyarakat kecil petani, nelayan, atau warga miskin kota proses penyelesaian sering kali berlarut tanpa hasil.

“Negara seharusnya hadir untuk melindungi seluruh rakyatnya, bukan hanya mereka yang memiliki kekuasaan, jabatan, atau pengaruh ekonomi,” lanjut Cimeng.

Menurutnya, keadilan agraria seharusnya menjadi hak universal, bukan hak istimewa bagi kelompok tertentu.

Pertanyaan Publik: Di Mana Letak Keadilan?

Kritik ini membuka pertanyaan besar bagi publik, Mengapa negara begitu cepat bereaksi ketika sengketa melibatkan pihak berpengaruh, namun begitu lamban ketika menyangkut hak hidup rakyat kecil?

Baca Juga :  BADKO HMI Sulsel Soroti Dugaan Peredaran Besi Beton yang Diduga Tidak Memenuhi Standar SNI

Jika penegakan hukum hanya berpihak pada mereka yang berkuasa, maka asas keadilan telah tercabik, dan hukum kehilangan maknanya sebagai alat keadilan sosial.

Tuntutan Transparansi dan Keadilan

Aliansi Mahasiswa Anti Mafia Hukum menegaskan bahwa transparansi mengenai status dan sejarah kepemilikan lahan di kawasan Metro Tanjung Bunga harus segera dibuka ke publik.

Langkah ini penting untuk mencegah spekulasi, menghindari konflik horizontal, dan memastikan bahwa proses hukum berjalan secara objektif dan akuntabel.

“Kasus Metro Tanjung Bunga adalah cermin besar bahwa keadilan agraria di Indonesia masih jauh dari kata setara. Kami akan terus mengawal, menyoroti, dan menyuarakan ketimpangan ini. Sebab tanah bukan sekadar aset tanah adalah hidup,” tutup Cimeng dengan tegas.

Berita Terkait

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Berita Terbaru