AKTIVITAS TAMBANG SERTU DIDUGA PICU ABRASI PARAH DI JALAN PROVINSI PEKKAE–SOPPENG

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Barru — Aktivitas tambang sirtu (galian C) yang dilakukan oleh PT. Bumi Barru Sejahtera di wilayah Kabupaten Barru kembali menjadi sorotan publik. Kegiatan tersebut diduga kuat menjadi penyebab munculnya tiga titik abrasi parah di sepanjang jalan poros provinsi Pekkae–Soppeng.

Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi badan jalan mengalami pengikisan signifikan pada beberapa titik, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Abrasi tersebut tidak hanya mempersempit akses kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat dan roda dua yang melintas setiap hari.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi tersebut, mengingat jalan poros Pekkae–Soppeng merupakan jalur vital yang menghubungkan antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  KERICUHAN DPRD PROVINSI DAN KOTA MAKASSAR TANPA PENGAMANAN, POLISI KEMANA?

“Kerusakan ini semakin parah dari waktu ke waktu. Kami khawatir jika tidak segera ditangani, jalan ini bisa ambruk,” ungkap salah satu warga setempat.

Aktivitas tambang yang berada di sekitar aliran sungai diduga mempercepat proses abrasi akibat perubahan struktur tanah dan berkurangnya daya dukung lingkungan. Minimnya pengawasan serta dugaan kelalaian dalam pengelolaan tambang memperburuk situasi di lapangan.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak perusahaan maupun instansi terkait untuk menangani dampak yang ditimbulkan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait tanggung jawab perusahaan dan efektivitas pengawasan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPD AMPI KOTA MAKASSAR MUH ILHAM AKBAR TOMPO Sangat Mendukung Penertiban PKL Demi Keindahan Tata Kota

Pihak terkait didesak untuk segera:

– Melakukan peninjauan langsung di lokasi abrasi.
– Menghentikan sementara aktivitas tambang yang berpotensi memperparah kerusakan.
– Melakukan perbaikan darurat pada titik-titik kritis.
– Mengkaji ulang izin operasional tambang jika terbukti merusak lingkungan dan infrastruktur.

Jika tidak segera direspons, kerusakan yang terjadi dikhawatirkan akan semakin meluas dan berdampak serius terhadap keselamatan masyarakat serta keberlangsungan akses transportasi di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Jelang Musda DPD KNPI Bantaeng, DPK KNPI Kecamatan Bantaeng Tegaskan Dukungan Full Sampai Finish untuk Abu Bakar Assidiq
SPMP Desak Kapolda Sulsel Copot Kanit Tipidter Polresta Gowa
DUGAAN KEKERASAN TERHADAP WARGA, FAKTA SULSEL DESAK PROPAM PERIKSA OKNUM SATRESNARKOBA GOWA
Dari Kampus untuk Sekolah: Gentech School HIMASTI Hadirkan Edukasi Teknologi di SMA Negeri 12 Enrekang
Status Politik Putriana Hamda Dakka Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa Hukum Sulsel Bersatu Siapkan Langkah ke MKD DPR RI
BGN SULSEL BUKA RUANG PARTISIPASI PUBLIK, DUKUNG RISET ADVOKASI PUBLIK HMI SULSEL
Kritik Pemerintahan Prabowo Dengan Program Unik HMI Komisariat Handayani Makassar
Kritik Kreasi Representasi keresahan Rakyat.

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:34 WIB

Jelang Musda DPD KNPI Bantaeng, DPK KNPI Kecamatan Bantaeng Tegaskan Dukungan Full Sampai Finish untuk Abu Bakar Assidiq

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:31 WIB

SPMP Desak Kapolda Sulsel Copot Kanit Tipidter Polresta Gowa

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:19 WIB

DUGAAN KEKERASAN TERHADAP WARGA, FAKTA SULSEL DESAK PROPAM PERIKSA OKNUM SATRESNARKOBA GOWA

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Dari Kampus untuk Sekolah: Gentech School HIMASTI Hadirkan Edukasi Teknologi di SMA Negeri 12 Enrekang

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:59 WIB

Status Politik Putriana Hamda Dakka Dipertanyakan, Aliansi Mahasiswa Hukum Sulsel Bersatu Siapkan Langkah ke MKD DPR RI

Berita Terbaru