HMI Korkom Tamalate Serukan Selamatkan Demokrasi, Tolak Politik Dinasti dan Kepala Daerah Dipilih DPR

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Tamalate menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Keramat A.P. Pettarani, Makassar, Senin (19/1/2026). Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap menguatnya praktik politik dinasti dan upaya sistematis menggerus kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia.

Aksi tersebut mengusung tuntutan utama penolakan terhadap politik dinasti yang dinilai semakin menguat melalui jejaring kekuasaan elite nasional yang kerap disebut publik sebagai “Geng Solo”.

HMI Korkom Tamalate menilai pola kekuasaan tersebut berpotensi merusak demokrasi, menutup ruang partisipasi rakyat, serta mencederai prinsip keadilan politik, khususnya di daerah.

Koordinator Aksi HMI Korkom Tamalate menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dikelola sebagai alat pelanggeng kekuasaan kelompok tertentu.

“Kedaulatan rakyat hari ini berada dalam ancaman serius. Politik dinasti dan konsolidasi kekuasaan elite adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap semangat reformasi. Demokrasi bukan warisan keluarga, melainkan hak seluruh rakyat Indonesia,” tegas danial dalam orasinya

Baca Juga :  Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Selain menolak politik dinasti, HMI Korkom Tamalate juga secara tegas menolak wacana maupun praktik pemilihan kepala daerah oleh DPR. Menurut mereka, mekanisme tersebut merupakan kemunduran demokrasi dan bertentangan langsung dengan amanat konstitusi.

Merujuk pada Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, serta Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 yang menyatakan bahwa kepala daerah harus dipilih secara demokratis. Penunjukan kepala daerah oleh DPR dinilai membuka ruang transaksi politik dan memperkuat dominasi elite, sekaligus menghilangkan hak rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri.

“Pemilihan kepala daerah oleh DPR adalah bentuk perampasan hak politik rakyat. Ini bukan solusi, melainkan kemunduran demokrasi yang harus dilawan,” lanjut pernyataan koordinator aksi

Dalam aksinya, HMI Korkom Tamalate juga menyoroti potensi berkembangnya jejaring kekuasaan politik dinasti di Sulawesi Selatan. Mereka menilai hal tersebut dapat melemahkan otonomi daerah dan mengancam independensi pemerintahan daerah dari kepentingan pusat dan elite politik nasional.

Baca Juga :  Rekannya di Tahan Tanpa Kejelasan, The Legend 120 Geruduk Mapolres Gowa

Adapun tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi:

• Menolak segala bentuk politik dinasti dalam penyelenggaraan pemerintahan.
• Menolak pengaruh dan perluasan jejaring kekuasaan “Geng Solo” di Sulawesi Selatan.
• Menolak kepala daerah yang dipilih oleh DPR.
• Menuntut penyelenggara negara untuk konsisten menjalankan amanat UUD 1945.
• Menyerukan persatuan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menjaga demokrasi.

HMI Korkom Tamalate menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal demokrasi dan melawan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang bertentangan dengan nilai keadilan, konstitusi, dan kedaulatan rakyat.

“Selama demokrasi terancam, kami akan terus berada di jalan perjuangan,” tutup Danial selaku koordinator aksi

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru