SIMPUL PERGERAKAN MAHASISWA DAN PEMUDA (SPMP) Melakukan Aksi Unjuk Rasa Di Pertigaan Jl. A.P Pettarani Alauddin Memperingati Hari Sumpah Pemuda.

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Aksi Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan Terhadap Pemberian Gelar pahlawan terhadap mantan presiden Soeharto, dan Meminta Mengusut Tuntas Pelaku Penculikan dan Pelanggaran HAM 1998.

Oshi Ekayama Selaku Ketua Umum SIMPUL PERGERAKAN MAHASISWA DAN PEMUDA (SPMP) Menuturkan Bahwa Aksi Unjuk Rasa tersebut sebagai Alarm Pengingat Publik Untuk tidak melupakan Cita-Cita Reformasi.

Oshi Ekayama Menegaskan bahwa kami dari Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Lembaga SPMP Menolak keras Wacana Pemerintah memberika Gelar pahlawan kepada Soeharto dan Penculikan Aktivis dan penghilangan Aktivis pada Tahun 1997-1998:

Baca Juga :  Wagub Papua Buka Rakornas Gercin Indonesia, Apresiasi Peran Strategis Gercin dalam Pembangunan Tanah Papua

Herman Hendrawan
Bima Petrus Anugrah
Suyat
Wiji Thukul
Dan pembunuhan terhadap Leonardus Gilang
Deddy Hamdun
dan beberapa yang lainnya

Pemerintahan Soeharto justru menimbulkan berbagai kerusakan dan menjauhkan masyarakat dari keadilan sosial karena sangay jelas Kepimimpinan Rezim Soeharto sangat Diktator.

Baca Juga :  Ketua Harian AMPI Sulawesi Selatan Sesalkan Pengeroyokan pada Forum Musda KNPI Sulsel di Hotel Horison Ultima Makassar

Usulan Soeharto menjadi pahlawan nasional mencederai amanat reformasi yang memandatkan penuntasan kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi selama 32 tahun Soeharto memimpin dengan tangan besi.

Keluarga korban pelanggaran HAM berat masa lalu hingga hari ini masih mendambakan keadilan yang tak kunjung datang.

Oleh karena itu, usulan tersebut harus ditolak jika negara masih memiliki komitmen terhadap penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu.

Berita Terkait

Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung
Muh Ilham Akbar Tompo: KBPP POLRI RESOR MAKASSAR Akui Hasil Munas, Bimo Suryono Ketua Umum Sah
Parliamentary Threshold Pemilu 2029: Mengapa 2 Persen Lebih Rasional?
Proyek Bibit Kakao Pinrang Diduga Modus Bancakan Anggaran, HMI Sulsel Desak Audit Investigatif dan Penyelidikan APH
Menjelang Pelantikan, Ormas APPI Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar
Perkuat Sinergi Kepemudaan, Ketua KNPI Sulsel “VAS” Hadiri Rakorda IMM sulsel Di Enrekang
Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Sebatik (IPMS-MAKASSAR) Mendesak Kapolda Sul-Sel Segera Usut Tuntas Terkait adanya Penyekapan dan Kekerasan Seksual terhadap Mahasiswi Asal Kalimantan Utara
Gedung DPRD Lutra Tercoreng, Aktivis Pengkritik Mafia BBM Diduga Dikeroyok Orang Suruhan SPBU

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung

Senin, 18 Mei 2026 - 21:59 WIB

Muh Ilham Akbar Tompo: KBPP POLRI RESOR MAKASSAR Akui Hasil Munas, Bimo Suryono Ketua Umum Sah

Senin, 18 Mei 2026 - 18:59 WIB

Parliamentary Threshold Pemilu 2029: Mengapa 2 Persen Lebih Rasional?

Senin, 18 Mei 2026 - 17:26 WIB

Proyek Bibit Kakao Pinrang Diduga Modus Bancakan Anggaran, HMI Sulsel Desak Audit Investigatif dan Penyelidikan APH

Senin, 18 Mei 2026 - 15:11 WIB

Menjelang Pelantikan, Ormas APPI Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar

Berita Terbaru