anatomikata.co.id, Soppeng—Suasana malam takbiran Idulfitri tahun ini terasa berbeda dan penuh haru. Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, masyarakat Dusun Amessangeng kembali menggelar kegiatan Gema Takbir yang dirangkaikan dengan pawai obor yang di hadiri ribuan warga sekitar sebuah tradisi yang sempat lama tidak terselenggara.
Kegiatan ini diinisiasi oleh komunitas Teman Berbakti yang berkolaborasi dengan Kawan Ichal dan masyarakat setempat. Sejak selepas salat Isya, gema takbir mulai menggema di seluruh penjuru dusun, mengiringi langkah ratusan peserta yang membawa obor menyusuri jalanan desa. Cahaya obor yang berkelip menciptakan suasana sakral sekaligus penuh kehangatan, mempererat kebersamaan antarwarga.
Ketua panitia dari Teman Berbakti yang kolaborasi dengan Kawan ichal menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. “Pawai obor ini adalah simbol semangat, persatuan, dan cahaya keimanan. Kami ingin mengembalikan memori kolektif masyarakat yang telah lama hilang,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Mulai dari anak-anak hingga orang tua turut ambil bagian dalam pawai tersebut. Selain menjadi ajang kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai tradisi Islami yang sarat makna.
Masyarakat setempat mengapresiasi inisiatif Teman Berbakti dan kawan Ichal yang dinilai mampu membangkitkan kembali semangat religius dan gotong royong masyarakat. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan.
Dengan terselenggaranya Gema Takbir dan pawai obor ini, masyarakat Dusun Amessangeng tidak hanya merayakan kemenangan di hari yang fitri, tetapi juga menyalakan kembali cahaya tradisi yang sempat padam, sebagai warisan berharga bagi generasi yang akan datang.









