Ultimatum HMI Badko Sulsel: Hentikan Dinasti Kekuasaan atau Hadapi Perlawanan Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Abraham Lincoln pernah berkata, demokrasi adalah “government of the people, by the people, for the people.” Kekuasaan seharusnya lahir dari rakyat, dijalankan oleh rakyat, dan diabdikan sepenuhnya untuk rakyat. Tapi mari kita jujur bertanya: apakah itu yang sedang terjadi di Indonesia hari ini?

Andi Pangeran Nasser, Bendahara Umum HMI Badko Sulsel berpendapat bahwa Yang kita saksikan justru sebaliknya. Demokrasi dibajak, Aturan diutak-atik, Konstitusi dipelintir. Semua demi satu tujuan: melanggengkan kekuasaan. Aturan diubah dalam waktu singkat, bukan karena kebutuhan rakyat, tapi demi membuka jalan bagi sang anak kekuasaan. Rakyat tahu, publik tahu, bahkan dunia tahu—seorang wali kota muda melenggang ke kursi kekuasaan bukan karena prestasi yang panjang, tapi karena darah dan nama.

Rakyat berteriak, “Kami memilih Prabowo, bukan wakilnya!” Tapi suara itu tenggelam.
Sang ayah memberi isyarat.
Sang paman mengetuk palu.
Dan demokrasi pun jatuh ke tangan keluarga.

Inilah ironi terbesar republik ini. Demokrasi yang dulu dijanjikan kini berubah rupa. Government of the people diganti menjadi government of the uncle, by the uncle, for the Gibran. Rakyat hanya bisa menonton, pasrah, marah, dan kecewa. Harapan yang dulu menyala kini padam perlahan.

Baca Juga :  SPMP DESAK PLN BERIKAN KOMPENSASI BAGI UMKM TERDAMPAK PEMADAMAN LISTRIK

Padahal politik seharusnya menjadi ruang kebaikan bersama. Negara mestinya hadir untuk semua, bukan untuk segelintir elit dan oligarki. Kekuasaan seharusnya memberi teladan, bukan mempertontonkan akal-akalan. Tapi hari ini, yang kita lihat adalah proyek kekuasaan yang dipaksakan, disiapkan matang sejak lama, dilapisi narasi legal, dan disahkan lewat kekuasaan lembaga.

Tak heran jika kualitas demokrasi kita merosot. Economist Intelligence Unit mencatat, skor demokrasi Indonesia turun dari 6,53 menjadi 6,44 pada 2024. Ini bukan angka kosong. Ini cermin dari rusaknya proses pemilu, melemahnya fungsi pemerintahan, matinya partisipasi politik, rapuhnya budaya demokrasi, dan tergerusnya kebebasan sipil.

Sementara itu rakyat terus menjadi korban.
Tanah digusur atas nama proyek strategis.
Hutan digunduli hingga banjir berbulan-bulan.
Mafia tanah tumbuh subur. Oligarki dirawat. Dan rakyat semakin jauh dari kata sejahtera.

Sejarah Indonesia penuh luka. Soekarno tumbang, rakyat jadi korban. Soeharto jatuh, rakyat kembali menanggung beban. Reformasi lahir dengan harapan besar, demokrasi tumbuh perlahan, hingga akhirnya kekuasaan berpindah secara damai. Tapi kini, pola lama itu kembali. Kekuasaan ingin diwariskan. Aturan dijadikan alat. Negara diperlakukan seperti milik keluarga.

Baca Juga :  Pemuda Saketa Perjuangkan Jembatan Balitata ke Wagub

Ini tidak boleh dibiarkan.
Diam berarti membenarkan.
Pasrah berarti menyerah.

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Islam tidak boleh tinggal diam. Sebagai kekuatan moral dan intelektual, HMI punya tanggung jawab sejarah untuk berdiri di barisan rakyat. Demokrasi yang dirampas harus direbut kembali. Kedaulatan rakyat harus diperjuangkan.

Saya, Andi Pengeran Nasser, Bendahara Umum HMI Badko Sulawesi Selatan, mengajak seluruh kader HMI Sulsel dari seluruh cabang kabupaten dan kota untuk bersatu, turun ke jalan, dan menyuarakan perlawanan. Ini bukan soal kebencian, ini soal keberanian. Bukan soal kekuasaan, tapi soal masa depan republik.

Kita menuntut politik yang adil.
Kita menuntut negara yang hadir.
Kita menuntut demokrasi yang benar-benar milik rakyat.

Narasi ini harus terus hidup.
Perlawanan ini harus terus bergerak.
Demi Indonesia.
Demi kedaulatan rakyat.
Demi keadilan dan kebaikan bersama.

HMI Bergerak. Rakyat Melawan. Demokrasi Harus Diselamatkan.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru