DUGAAN SUAP DI SATNARKOBA POLRESTABES MAKASSAR: TIGA TERDUGA PENGGUNA SABU SEBUT DIMINTA TEBUSAN RP25 JUTA

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Anatomikata.co.id Makassar – Polrestabes Makassar, di bawah naungan Polda Sulawesi Selatan, kembali diterpa isu miring. Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) diduga terlibat praktik suap dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang menyeret tiga terduga pelaku.

Informasi dugaan suap ini mengemuka setelah pengakuan salah seorang terduga pelaku berinisial MS, yang mengklaim dirinya diminta uang tebusan bersama dua orang lainnya, WD dan RK, setelah diamankan polisi.

Menurut pengakuan MS, ia ditangkap aparat saat pulang kerja di salah satu jembatan penyeberangan di Kota Makassar. Ia mengaku baru saja membeli sabu seberat 0,25 gram seharga Rp500 ribu dari seorang perempuan bernama Nahariah di Jalan Teungku Umar. Namun, yang ditangkap hanya pembeli, bukan penjual.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Peternakan Indonesia Gelar Aksi Gizi dan Bakti Sosial di Makassar

“Saya ditangkap di jembatan penyeberangan.       Saya heran, penjualnya tidak dicari, saya sendiri yang dicari,” ujar MS saat dimintai keterangan.

Setelah penangkapan MS, aparat Satnarkoba disebut melakukan pengembangan dan turut mengamankan WD dan RK. Ketiganya sempat dibawa ke sebuah posko narkoba di Jalan Onta sebelum akhirnya dipindahkan ke Mapolrestabes Makassar dan ditahan selama tiga malam.

Dalam proses penahanan inilah muncul dugaan praktik suap. Keluarga para terduga pelaku mengaku dimintai uang Rp20 juta sebagai “uang damai”. Namun, angka tersebut justru naik menjadi Rp25 juta setelah perundingan, termasuk biaya pengembalian sepeda motor milik MS yang disita aparat.

Baca Juga :  Ketua GMNI Palopo Dorong Pembentukan Provinsi Luwu Raya

“Kalau tidak salah, malam minggu dibayar. Keluarganya RK yang setor Rp25 juta. RK bayar Rp16,5 juta, sisanya saya dan WD yang tanggung,” beber MS.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polrestabes Makassar terkait dugaan ini. Namun, laporan pengakuan MS dan keluarganya ini memicu sorotan tajam dari publik terhadap kinerja dan integritas aparat penegak hukum, khususnya dalam pemberantasan narkoba.

Lembaga swadaya masyarakat dan penggiat antikorupsi mendesak agar Polda Sulsel segera turun tangan mengusut dugaan suap ini secara transparan dan akuntabel.

Berita Terkait

Ketua PK KNPI Ujung Pandang Dukung Relokasi PKL demi Penataan Kota Makassar yang Berkeadilan
“JAM.ID Soroti Dugaan Kartel Tender di Kementerian Perhubungan, Desak DPRD Makassar Turun Tangan dan Evaluasi PT Sulawesi Makmur Pratama”
HMI BADKO Sulsel Tolak Keterlibatan Partai Politik dalam Program MBG, DPRD Diminta Perketat Pengawasan
Siapa Di Balik Dominasi Tender? Dugaan Skema Terstruktur di Lingkungan Kementerian Perhubungan
Dicopot Lewat Flyer Saja? Ketua Terpilih PK KNPI Wajo: Ini Bukan Organisasi, Tapi Main Tunjuk Semata!
ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL
PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR
Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:25 WIB

Ketua PK KNPI Ujung Pandang Dukung Relokasi PKL demi Penataan Kota Makassar yang Berkeadilan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:28 WIB

“JAM.ID Soroti Dugaan Kartel Tender di Kementerian Perhubungan, Desak DPRD Makassar Turun Tangan dan Evaluasi PT Sulawesi Makmur Pratama”

Senin, 22 Juni 2026 - 18:21 WIB

HMI BADKO Sulsel Tolak Keterlibatan Partai Politik dalam Program MBG, DPRD Diminta Perketat Pengawasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:58 WIB

Siapa Di Balik Dominasi Tender? Dugaan Skema Terstruktur di Lingkungan Kementerian Perhubungan

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:05 WIB

Dicopot Lewat Flyer Saja? Ketua Terpilih PK KNPI Wajo: Ini Bukan Organisasi, Tapi Main Tunjuk Semata!

Berita Terbaru