Mandek Karena Setoran di Samsat Gowa: Ketika Pelayanan Publik Dijadikan Alat Tekan

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Gowa – Di balik meja pelayanan Samsat Gowa, harapan masyarakat untuk mendapatkan hak administratif atas kendaraannya justru terhenti bukan karena sistem yang rusak, melainkan karena sikap pribadi seorang oknum, Aiptu Ruslan. Diduga, proses berkas kendaraan baru sengaja diperlambat hanya karena tidak adanya “setoran”, yang sejatinya bukan bagian dari kewajiban masyarakat.

Pesan-pesan singkat dari Aiptu Ruslan yang menyatakan enggan memproses sebelum ada “koordinasi” tertentu, memperlihatkan bagaimana pelayanan publik dipermainkan seolah menjadi milik pribadi. Padahal, setiap petugas telah digaji oleh negara dari pajak rakyat untuk melayani, bukan untuk meminta dilayani.

Baca Juga :  Tambak Udang PT Sinar Sukses Persada Diduga Langgar Aturan Pajak dan Lingkungan

Lebih ironis, ia juga diduga mengambil alih peran pemeriksaan fisik kendaraan, yang bukan merupakan tugas pokok dan fungsinya, demi menambah ruang pungutan tak resmi.

Praktik seperti ini menciptakan tekanan mental bagi masyarakat yang datang dengan harapan, lalu pulang dengan kecewa dan ketidakpercayaan. Mereka merasa kecil di hadapan sistem yang seharusnya melindungi, bukan memeras. Dan yang lebih dalam, rusaknya integritas di level pelayanan terendah akan menular menjadi penyakit birokrasi membusuk dari dalam.

Baca Juga :  Jendral Lapangan SPMP Pertanyakan Ketegasan Kepolisian Dan Satpol PP dalam menindak THM Tanpa Izin Beroperasi

Teguran dari atasan memang penting. Namun, lebih penting lagi adalah kesadaran bahwa menyalahgunakan wewenang bukan sekadar pelanggaran, tapi bentuk pengkhianatan terhadap sumpah, profesi, dan nurani sebagai pelayan rakyat.

Berita Terkait

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah
Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”
Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat
Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.
Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️
Massa Gruduk Polrestabes Makassar, Desak Pencopotan Kasat Sabhara
KDRT Berulang, Korban Diseret, Dicekik, hingga Tak Bisa Bergerak
Ketua Umum MATADOR Angkat Bicara Terkait Dugaan Tindakan Represif terhadap Pemuda Pelaku Bakti Sosial di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:02 WIB

Palopo Disorot: Reski Halim Kritik Kinerja Wali Kota Soal Sampah yang Kian Parah

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:43 WIB

Takbiran Hidup Kembali: Ribuan Warga Amessangeng Nyalakan Cahaya Tradisi Lewat Pawai Obor”

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:43 WIB

Banser Makassar Buka Posko Mudik, Tujuh Hari Berbagi Takjil untuk Masyarakat

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Intelijen Tidak Membuat Keputusan, Tidak Juga Memenangkan Perang, dan Tidak Menandatangani Perjanjian.

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ditangkap Satnarkoba, Dilepas Tanpa Jejak: Ada Apa di Tubuh Polrestabes Makassar ⁉️

Berita Terbaru