Seruan Aklamasi dari Nimatullah: Vonny Dinilai Paling Siap Pimpin KNPI Sulsel.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id,Makassar – Di sebuah ruangan yang hangat di Hotel MaxOne Kota Makassar, suasana silaturahmi antara OKP dan DPD II KNPI terasa seperti pertemuan keluarga besar yang merindukan arah baru. Malam itu, di tengah percakapan yang berkelindan antara harapan dan kegelisahan, hadir pula sosok yang belakangan menjadi pusat perhatian: Vonny Ameliani Suardi, kandidat Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan.

 

Dalam forum yang penuh khidmat tersebut, Nimatullah tokoh senior, politisi, dan penjaga memori panjang perjalanan KNPI Sulsel menghembuskan pesan yang menembus keheningan. Ia meminta agar Musda kali ini berjalan secara aklamasi, sebuah ajakan untuk menutup ruang pertikaian dan membuka pintu persatuan.

Baca Juga :  Prestasi Kapolda Gorontalo: Maraknya Aksi Premanisme dan Gagalnya Penegakan Hukum

 

Bagi Nimatullah, KNPI sejak lahir memang dibangun dari DNA perbedaan. Ragam organisasi, ide, dan aspirasi adalah denyut nadi yang membuatnya hidup. Namun ia tak ingin sejarah kelam itu kembali berulang.

 

“Perbedaan adalah kekuatan, tapi dualisme dan trilisme jangan pernah lagi menghantui KNPI,” tegasnya dengan tatapan yang seolah ingin memastikan semua pihak memahami makna kebersamaan.

 

Di hadapan para Ketua OKP dan pimpinan DPD II, ia menyebut satu nama yang dianggapnya hadir bukan sekadar sebagai peserta kontestasi, melainkan sebagai sosok yang betul-betul menyiapkan diri: Vonny Ameliani Suardi.

Baca Juga :  Kepala Desa Tope Jawa Hadirkan Poindes sebagai Pusat Inovasi dan Pembelajaran untuk Semua Warga

 

Hanya Vonny, katanya, yang menunjukkan keseriusan melebihi kandidat lainnya serius dalam konsolidasi, serius membangun hubungan, serius menyiapkan gagasan untuk masa depan kepemudaan Sulsel.

 

Silaturahmi di Hotel MaxOne malam itu menjadi lebih dari sekadar pertemuan; ia berubah menjadi ruang refleksi, tempat para pemuda memikirkan arah baru untuk rumah besar yang mereka jaga bersama. Dan lewat suara Nimatullah, tersampaikan sebuah pesan yang ingin merangkum masa lalu dan masa depan: saatnya KNPI kembali teguh berdiri, tanpa perpecahan, tanpa keretakan, dan tanpa kehilangan marwahnya.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB