anatomikata.co.id, Makassar – Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, yang merupakan jalur lintas provinsi, kembali mengalami kerusakan meski baru beberapa hari setelah dilakukan pengaspalan. Lubang dan retakan mulaimuncul di sejumlah titik, bahkan di beberapa bagian sudahterlihat tambalan, padahal perbaikan tersebut belum genapsebulan. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnyapengendara roda dua.
Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat tersebutmendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIKES Nani Hasanuddin. Melalui BidangPerguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP), HMI mempertanyakan kualitas material aspal yang digunakandalam proyek perbaikan jalan tersebut.
Ibe Kabid PTKP HMI Komisariat STIKES Nani Hasanuddin, menilai, munculnya lubang dan tambalan dalam hitungan hari setelah pengaspalan menjadi indikasi kuat bahwa kualitas aspal tidak sesuai dengan standar yang semestinya diterapkan pada jalan berstatus jalur lintas provinsi.
Kondisi tersebut, menurut mereka, menunjukkan lemahnya perencanaan teknisserta minimnya pengawasan selama proses pengerjaan. Terlebih Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan jalur lintasprovinsi dengan beban lalu lintas yang tinggi.
“Kami mempertanyakan kualitas aspal yang digunakan. Baru beberapa hari setelah diaspal, jalan ini sudah kembaliberlubang dan ditambal. Jika belum sebulan kondisinya sudahrusak, maka patut diduga pengerjaannya tidak sesuai standaroperasional prosedur (SOP),” ujar Ibe, Kabid PTKP HMI Komisariat STIKES Nani Hasanuddin.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnyaperencanaan dan pengawasan proyek. Ia menegaskan bahwapembangunan infrastruktur jalan seharusnya mengedepankankualitas dan ketahanan, bukan sekadar menyelesaikan proyeksecara administratif.
Lebih lanjut, HMI menilai kerusakan berulang pada jalan vital seperti Jalan Perintis Kemerdekaan berpotensi menimbulkan kecelakaan serta merugikan masyarakat luas. Oleh karena itu, HMI Komisariat Stikes Nani Melalui Bidang PTKP mendesakpemerintah dan instansi teknis terkait untuk segera melakukanevaluasi menyeluruh, termasuk membuka secara transparanspesifikasi material, proses pengerjaan, serta pengawasan di lapangan.
HMI Komisariat Stikes Nani Hasanuddin berharap perbaikan jalan ke depan dilakukan secara profesional dan sesuai standar teknis, agar jalan yang dibangun tidak kembali rusak dalam waktu singkat dan benar-benar memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Penulis: Safaruddin








