Walikota Diam, Hari Suci Dilangkahi ❗️ Komite Pemuda Mahasiswa Revolusioner (KPMR) & Warga Kota Makasar Kecewa, Mengecam Walikota Tak Keluarkan Edaran Isra Mi’raj

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Kekecewaan warga Makassar memuncak terhadap Walikota atas tidak adanya surat edaran resmi terkait peringatan Isra Mi’raj 1447 H. Keheningan pemerintah kota ini menuai kritik pedas dari warga dan lembaga Kpmr

“Sebagai umat muslim, Isra Mi’raj adalah bagian penting dalam tradisi ber-Islam, karena itu harus dihormati. Tapi di hari yang menuntut setiap orang mendulang hikmah, tempat hiburan malam dan pantai pijat di Kota Makassar tetap beroperasi. Ada apa dengan Walikota Makassar?” ujar Isra, selaku ketua komite Pemuda Mahasiswa Revolusioner, kepada media, Jumat (16/01/2026).

Ia menegaskan, pemerintah kota wajib hadir sebagai pelindung nilai-nilai religius, bukan hanya sebagai penonton. “Ketiadaan surat edaran resmi menunjukkan ketidakpedulian terhadap moral dan etika publik. Hari suci bukan sekadar tanggal di kalender, tapi momentum refleksi spiritual yang harus dihormati,” tambahnya.

Baca Juga :  Ketua Umum HMI Cabang Makassar Resmi Buka LK II Nasional HMI Koorkom Tamalate di Balai Kota

Isra mendesak Walikota segera menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh umat Islam di Makassar. Menurutnya, penghormatan terhadap hari besar Islam adalah tanda dasar tanggung jawab moral pemerintah.

“Kalau Walikota tidak punya itikad menghargai hari besar Islam, maka kebijakan pemerintah kota harus dievaluasi. Tidak boleh lagi ada ketidakpedulian seperti ini! Warga berhak mendapatkan kepastian dan contoh moral dari pemimpin mereka,” tegas Isra.

Lebih jauh, warga menilai ketidakseriusan pemerintah kota mencederai kepercayaan publik. “Ini bukan hanya soal surat edaran, tapi soal etika dan tanggung jawab moral. Bagaimana masyarakat bisa menghormati hari suci jika pemimpinnya sendiri abai?” tambah Isra.

Isra berjanji akan menggalang tokoh masyarakat lainnya untuk menegaskan, pemerintah harus segera mengambil sikap tegas agar nilai keagamaan tetap dihormati. Mereka juga mengingatkan, ketidakpedulian ini bisa menimbulkan preseden buruk bagi masa depan pengelolaan hari besar keagamaan di Makassar.

Baca Juga :  MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur

“Jika pemerintah kota terus membiarkan hiburan malam dan praktik pijat di hari suci tanpa aturan, maka ini bukan sekadar kelalaian administratif, tapi pelecehan terhadap tradisi dan moral publik. Kami menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji,” pungkas Isra.

Maka dari itu saya selaku ketua pemerhti kebijakan mempertegas kepada walikota Makassar untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada media dan masyarakat khususnya kota Makassar karena telah mencederai nilai nilai yg dianut oleh masyarakat yang beragama Islam yang ada di kota Makassar.

Berita Terkait

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”
Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel
HMI: Mandat Atau Manfaat ❓
CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding
Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.
Insinerator di Beberapa Kecamatan Kota Makassar: Sampah Dibakar, Kesehatan Warga Dipertaruhkan ‼️
MBG, Program Bergizi Atau Skema Mark Up Terstruktur
Kongres X PERMAHI Digelar, Azhar Sidiq Terpilih sebagai Ketua Umum dengan Tagline “PERMAHI Mendunia”

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:53 WIB

“Negara Tak Boleh Kalah: Aliansi Pegiat Budaya Gugat Pembiaran Judi Sabung Ayam di Gowa”

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:14 WIB

Skandal Pemulusan Proyek Dapur MBG di Bulukumba: Aliansi Mahasiswa Sulsel Duduki Kejaksaan Tinggi Sulsel

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:13 WIB

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:51 WIB

CLAT Desak PGRI Tana Toraja Tolak Restorative Justice Kasus Pengrusakan SMP PGRI Marinding

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:03 WIB

Anggaran Proyek Tempat Sampah Diselimuti Misteri, Transparansi anggaran harus jelas.

Berita Terbaru

Daerah

HMI: Mandat Atau Manfaat ❓

Jumat, 6 Feb 2026 - 20:13 WIB