Ketum PP HAM LUTIM: Pembentukan Provinsi Luwu Raya Sebagai Solusi Pembangunan

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Luwu Raya – Di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan pesat peradaban dan teknologi, masih banyak wilayah di Indonesia yang menghadapi tantangan serius dalam pemerataan pembangunan. Ketimpangan ini pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Salah satu wilayah yang merasakan kondisi tersebut adalah Luwu Raya, sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

Luwu Raya sejatinya memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti ekonomi, pariwisata, pertanian, pertambangan, serta kekayaan budaya dan sejarah. Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum dikelola secara optimal.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai kurang memberikan perhatian yang proporsional terhadap pembangunan di Luwu Raya. Pembangunan lebih banyak terpusat di wilayah lain, sementara Luwu Raya cenderung dikesampingkan, padahal kawasan ini menyumbang sekitar 40 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pada tahun anggaran 2025, total APBD kabupaten/kota di Luwu Raya mencapai sekitar Rp5–6 triliun. Angka ini hampir mendekati APBD Pokok Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 sebesar Rp9,378 triliun, serta APBD Perubahan yang hanya sekitar Rp10,4 triliun.

Fakta ini menunjukkan bahwa secara fiskal, Luwu Raya memiliki kapasitas yang cukup kuat untuk berdiri sebagai daerah otonomi baru (DOB) setingkat provinsi.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat Luwu Raya untuk memperkuat posisi tawar (bargaining position) terhadap elite politik, baik di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat.

Baca Juga :  MAHASISWA COKROAMINOTO SERUKAN KONDUSIVITAS MAKASSAR, JANGAN MUDAH TERPROVOKASI

Upaya mendorong pemekaran wilayah Luwu Raya menjadi provinsi harus dilakukan secara konsisten, total, dan berkelanjutan, bukan setengah-setengah.

Cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah gagasan baru. Lebih dari 50 tahun lalu, tepatnya pada awal 1960-an, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pernah menjanjikan status Daerah Istimewa berbentuk provinsi kepada Tana Luwu.

Janji tersebut disampaikan kepada Datu Luwu, Andi Djemma, sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar Kedatuan Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI, baik melalui perjuangan bersenjata maupun diplomasi melawan penjajahan Belanda yang dibantu Sekutu.

Namun, janji tersebut tidak sempat diwujudkan karena kondisi politik nasional yang tidak stabil hingga berujung pada lengsernya Presiden Soekarno pada tahun 1967. Sejak saat itu, aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Luwu Raya menunjukkan perkembangan signifikan, terutama di sektor pertambangan, pertanian, dan pariwisata yang mulai menarik minat investor lokal maupun asing.

Sayangnya, kemajuan ini tidak diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar masih tertinggal jauh dibandingkan wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Anak Laki-laki 8 Bulan Dipisahkan Dari Orang Tua Di Maros, Kuasa Hukum Sigap Menyikapi Permasalahan Ini

Luwu Raya seolah hanya dijadikan lumbung pendapatan tanpa mendapatkan timbal balik pembangunan yang adil.

Kondisi ini menimbulkan kelelahan sosial di tengah masyarakat. Masyarakat Luwu Raya merasa terpinggirkan dan tidak mendapatkan perhatian yang layak. Oleh sebab itu, tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya

menjadi semakin relevan dan mendesak. Dengan menjadi provinsi sendiri, Luwu Raya akan memiliki kewenangan lebih besar untuk mengatur, menata, dan mengelola sumber daya serta arah pembangunannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Pembentukan Provinsi Luwu Raya juga diyakini akan menciptakan pemerintahan yang lebih efektif dan stabil, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan investasi.

Selain itu, provinsi ini dapat menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya, adat, dan sejarah panjang Luwu Raya ke tingkat nasional maupun internasional. Hal ini penting untuk mengangkat harkat, martabat, serta kebanggaan masyarakat Luwu Raya terhadap identitas budayanya.

Kesimpulannya, pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan sekadar tuntutan administratif, melainkan sebagai solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas akses kesehatan dan pendidikan, serta mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

Aspirasi ini layak untuk diperjuangkan demi masa depan luwu raya lebih mandiri, sejahtera dan bermartabat

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru