Tindakan Represif Satpol PP Kabupaten Gowa: Kekerasan terhadap Massa Aksi UMKM

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Gowa – Apa yang terjadi di depan Kantor Bupati Gowa bukan insiden, bukan salah paham, dan bukan tindakan spontan. Ini adalah kekerasan terorganisir.

Satpol PP Kabupaten Gowa secara terang-terangan melakukan pengeroyokan terhadap massa aksi yang menyuarakan ketidakadilan kebijakan terhadap UMKM dan PKL.

Saat massa mempertanyakan ketimpangan PKL digusur, retail modern dibiarkan kritik itu dibalas dengan pemukulan. Salah satu Pimpinan Satpol PP tidak meredam situasi, justru memberi isyarat kepada pasukan untuk menyerang. Ini membuktikan bahwa kekerasan adalah perintah, bukan kecelakaan.

Peristiwa ini menegaskan satu hal:
Satpol PP Kabupaten Gowa gagal total menjalankan fungsinya.
Gagal sebagai aparat penegak Perda, gagal sebagai pelayan publik, dan gagal sebagai bagian dari negara hukum. Satpol PP telah menjelma menjadi alat intimidasi, pelindung kepentingan modal, dan musuh rakyat kecil.

Baca Juga :  Polres Takalar Dinilai Tak Berani Tuntaskan Kasus Penganiayaan Pemuda Galesong, Publik Tantang Transparansi dan Nyali Penegak Hukum

Tidak ada lagi alasan untuk sekadar klarifikasi atau evaluasi ringan. Yang dibutuhkan adalah pembongkaran menyeluruh.

TUNTUTAN KAMI TEGAS DAN TIDAK DAPAT DITAWAR:

1. Evaluasi total Satpol PP Kabupaten Gowa dari hulu ke hilir.

2. Copot seluruh pimpinan Satpol PP Kabupaten Gowa yang bertanggung jawab atas kultur kekerasan dan pembiaran pengeroyokan.

3. Proses hukum aparat pelaku kekerasan tanpa perlindungan institusi.

Baca Juga :  Pelantikan Pemuda Sulsel Tergesa dan Seakan Dipaksakan, Ketidak Hadiran Gubernur Menjadi Isyarat Besar legalitas Vonny Ameliani Yang dinantikan

4. Hentikan penertiban diskriminatif terhadap UMKM dan PKL.

5. Hentikan ekspansi besar-besaran retail modern di Kabupaten Gowa.

6. Evaluasi menyeluruh seluruh SKPD yang terlibat dalam kebijakan anti-rakyat.

7. Usut tuntas dugaan Gratifikasi Atas Kemudahan Masuknya Retail Moderen di kabupaten Gowa

8. ⁠Evaluasi Kadis Parkimtan Kabupaten Gowa

9. ⁠Tegakan Supermasi Hukum

Jika kekerasan aparat ini dibiarkan, maka yang dilindungi bukan hukum melainkan kekuasaan dan uang.

Satpol PP harus direformasi atau dibubarkan dari watak brutalnya. Negara tidak boleh memukul rakyatnya sendiri.

Berita Terkait

Masuki Tahap Penjaringan Online, Garuda Sulsel Kejar Ambang Batas Waktu Terakhir
RAKYAT MEMANGGIL: WARGA LOMPO TENGAH KEPUNG AREA TAMBANG, TUNTUT TRANSPARANSI DAN TOLAK EKSPLOITASI
Viral Video Disebut Libatkan Oknum DPRD Sulsel, Keluarga Bantah: “Itu Hoaks, Mereka Suami-Istri
Kementerian Kehutanan Semarakkan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Bumi Sedunia Tahun 2026,
*BUNTUT DUGAAN PREMANISME, PULUHAN MASSA AKSI GERUDUK POLRESTABES MAKASSAR*
*Dugaan Mafia Proyek dan Penipuan Mengguncang Proyek Strategis Taman Andalan CPI Makassar*
Pemilihan BPD Desa Kampala Disorot, Diduga Tak Transparan dan Abaikan Hak Partisipasi Warga.
AKTIVITAS TAMBANG SERTU DIDUGA PICU ABRASI PARAH DI JALAN PROVINSI PEKKAE–SOPPENG

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:41 WIB

Masuki Tahap Penjaringan Online, Garuda Sulsel Kejar Ambang Batas Waktu Terakhir

Jumat, 24 April 2026 - 23:53 WIB

RAKYAT MEMANGGIL: WARGA LOMPO TENGAH KEPUNG AREA TAMBANG, TUNTUT TRANSPARANSI DAN TOLAK EKSPLOITASI

Jumat, 24 April 2026 - 19:50 WIB

Viral Video Disebut Libatkan Oknum DPRD Sulsel, Keluarga Bantah: “Itu Hoaks, Mereka Suami-Istri

Jumat, 24 April 2026 - 17:43 WIB

Kementerian Kehutanan Semarakkan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Bumi Sedunia Tahun 2026,

Jumat, 24 April 2026 - 16:48 WIB

*BUNTUT DUGAAN PREMANISME, PULUHAN MASSA AKSI GERUDUK POLRESTABES MAKASSAR*

Berita Terbaru