BEM FISEH UCM BERSIKAP NETRAL, GELAR AKSI DI TIGA TITIK DEMI CEGAH KONFLIK & JAGA KETERTIBAN TAMALANREA

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,makassar-Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Cokroaminoto Makassar (BEM FISEH UCM) menegaskan sikap netral dan independen dalam menyikapi konflik yang terjadi antara Hotel Grand Puri dan Hotel Nirmalasari di wilayah Kecamatan Tamalanrea.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial, BEM FISEH UCM menggelar aksi demonstrasi di tiga titik strategis guna mendorong penyelesaian yang damai serta menjaga stabilitas dan ketertiban umum.

 

TITIK PERTAMA – KANTOR CAMAT TAMALANREA

 

Di depan Kantor Camat

Tamalanrea, massa aksi mendesak pemerintah kecamatan agar:

1.Meminta kepada camat tamalanrea untuk mengklarifikasi terkait kasus yang di duga pungli pengutah retribusi sampah

2.Mengambil langkah mediasi aktif antara kedua belah pihak dan memastikan keduanya sama-sama menunggu putusan pengadilan secara bijak.

3.Segera membersihkan bekas coran yang telah meluber hingga ke badan jalan, yang berpotensi membahayakan pengendara.

 

BEM FISEH menilai kondisi tersebut sudah menimbulkan keresahan masyarakat, bahkan dilaporkan terdapat pengendara motor yang jatuh akibat material coran yang mengganggu akses jalan.

Baca Juga :  *Ketua Umum "GEN ANARKO" menegaskan bahwa pernyataan anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Adalah Fakta.*

 

TITIK KEDUA – HOTEL GRAND PURI

 

Presiden Mahasiswa BEM FISEH UCM, Anugrah Usman, secara langsung menyampaikan kepada pihak Grand Puri agar:

1.Tidak melakukan gerakan tambahan yang berpotensi memicu konflik lanjutan di tengah masyarakat.

2.Segera membersihkan sisa coran yang telah sampai ke jalan raya demi keselamatan pengguna jalan.

 

Dalam pernyataannya, Anugrah Usman menegaskan bahwa pihaknya memberikan waktu selama 3×24 untuk pembersihan bekas pengecoran karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan apapun.

 

TITIK KETIGA – HOTEL NIRMALASARI

 

Di titik ketiga, BEM FISEH juga memberikan ultimatum kepada pihak Hotel Nirmalasari agar:

 

1.Tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.

2.Tetap menghormati proses hukum dan menunggu putusan pengadilan.

3.Bersikap legowo terhadap apapun hasil keputusan yang nantinya ditetapkan.

Baca Juga :  Tegas..!SPMP Meminta Kadis Pendidikan Bulukumba Mundur ❗️

 

Dalam dinamika lapangan, sempat muncul pernyataan bernada tantangan kepada Presiden Mahasiswa terkait persoalan pembersihan area depan. Menanggapi hal tersebut, Anugrah Usman dengan tegas menyatakan:

 

“Saya sudah memberikan ultimatum dalam jangka waktu 3×24 jam. Jika tidak dibersihkan, maka BEM FISEH akan kembali melakukan konsolidasi dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Hotel Grand Puri.”

 

SIKAP TEGAS DAN NETRAL

 

Anugrah Usman menegaskan bahwa kehadirannya di tiga titik aksi tersebut bukan untuk membela salah satu pihak, melainkan untuk mencegah gesekan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di wilayah Tamalanrea.

 

“Kedatangan saya di tiga titik ini bukan untuk membela siapapun. Ini adalah upaya menjaga stabilitas, mencegah konflik horizontal, dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.”

 

BEM FISEH UCM berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini secara objektif, konstitusional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
Husnul Mubarak Ketua Sapma PP Kota Makassar: Dugaan Kelalaian Pengawasan Tera dan Tera Ulang oleh Disperindag Sulsel, Antrean Panjang BBM Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Makassar
Antrean BBM Berjam-jam di Sulsel, PB HMMI Pertanyakan Klaim Stok Aman
REKLAMASI METRO TANJUNG BUNGA DISOROT, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA MAKASSAR DESAK KEJATI SULSEL BONGKAR TUNTAS PT DILLAH GROUP

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Senin, 14 September 2026 - 20:04 WIB

Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎

Sabtu, 12 September 2026 - 18:15 WIB

Husnul Mubarak Ketua Sapma PP Kota Makassar: Dugaan Kelalaian Pengawasan Tera dan Tera Ulang oleh Disperindag Sulsel, Antrean Panjang BBM Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Makassar

Berita Terbaru