Desak Kepastian Hukum Bupati Takalar, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Sulsel Demo di Kantor KPK

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Jakarta – RN.Aliansi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu (11/3/2026). Selain melakukan orasi, aliansi ini juga melayangkan laporan resmi dan mendesak lembaga antirasuah tersebut untuk segera memberikan kepastian hukum terhadap Mohammad Firdaus Daeng Manye. Mantan Direktur Utama PT PINS Indonesia yang kini menjabat sebagai Bupati Takalar itu diketahui telah diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023.

Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Sulsel, Agung Setiawan, menekankan pentingnya audit menyeluruh terhadap PT PINS Indonesia selama masa kepemimpinan Firdaus. Hal ini merujuk pada adanya indikasi kerugian negara yang ditaksir mencapai angka fantastis sebesar Rp3,6 triliun. Menurut Agung, dana tersebut merupakan uang rakyat yang sangat besar sehingga penyelamatan serta pengembalian kas negara bersifat mendesak guna menjaga integritas proyek strategis nasional yang telah dicanangkan pemerintah.

Baca Juga :  HMK Makassar Kecam Pemanfaatan Jalan dan Pelabuhan Umum Kabaena untuk Aktivitas Tambang

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Firdaus diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan pimpinan anak perusahaan Telkom tersebut. Dalam pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa (5/8/2025) lalu, penyidik tidak hanya memanggil Firdaus, tetapi juga memeriksa lima saksi lainnya dari sektor swasta. Di antaranya termasuk jajaran direksi dari PT Sempurna Global Pertama dan PT Jaring Mal Indonesia untuk mendalami lebih jauh mengenai aliran dana dalam proyek besar tersebut.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan panjang terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BUMN. Sebelumnya, pada Juli 2025, penyidik KPK juga telah memanggil pejabat dari divisi Capex Procurement PT Telkom, yakni Agil Saputro dan Mardirin. Keduanya dimintai keterangan intensif terkait mekanisme investasi serta efisiensi pengadaan yang diduga menjadi celah terjadinya tindak pidana korupsi dalam program digitalisasi ribuan unit SPBU di seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga :  PDAM Makassar di Ujung Krisis: PHK Massal, Skandal Dana Rp24 Miliar, dan Aroma Nepotisme

Koordinator aksi, Agung Setiawan, menyatakan keprihatinan mendalam atas belum adanya kejelasan status hukum bagi Firdaus Daeng Manye pasca-pemeriksaan tersebut. Pihaknya menilai transparansi dari KPK sangat dinantikan oleh masyarakat Sulawesi Selatan, mengingat sosok yang bersangkutan kini memegang mandat sebagai kepala daerah di Kabupaten Takalar. Aliansi berpendapat bahwa kepastian hukum ini sangat krusial untuk menjamin tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari bayang-bayang kasus hukum masa lalu.

Aliansi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Sulsel berkomitmen akan terus mengawal jalannya kasus ini hingga tuntas ke akar-akarnya. Mereka berharap KPK tetap tegak lurus dan tidak tebang pilih dalam menindak aktor-aktor yang diduga terlibat dalam kerugian negara triliunan rupiah tersebut. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam memberantas praktik korupsi di tubuh perusahaan negara.(abd kadir)

Berita Terkait

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Berita Terbaru