Teror Air Keras Andri Yunus: PB HMMI Jangan Berhenti Di pelaku Lapangan, Bongkar Dalang Di balik Layar.

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,  Sulsel – Kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa ini adalah bentuk teror yang diduga kuat dirancang secara sistematis.

Penangkapan empat orang pelaku yang disebut berasal dari unsur Bais TNI belum cukup menjawab rasa keadilan publik. Justru, hal ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: siapa otak di balik aksi keji ini?

Publik tidak boleh disuguhi penegakan hukum yang setengah jalan. Pola kejadian yang terstruktur, pemilihan target yang spesifik, hingga eksekusi yang terencana, mengindikasikan bahwa peristiwa ini bukan aksi spontan. Ada dugaan kuat bahwa pelaku lapangan hanyalah bagian kecil dari skenario yang lebih besar.

Baca Juga :  Sinergi UMI dengan Pemerintah Kabupaten Takalar Dorong Pemanfaatan Tanaman Sereh sebagai Sabun Transparan Antiseptik

Muh Ikbal, selaku Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Demokrasi Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia, dengan tegas menyampaikan bahwa aparat penegak hukum harus berani menembus hingga ke aktor intelektual.

“Kami mendesak agar pengusutan kasus ini tidak berhenti pada pelaku lapangan. Kuat dugaan ada aktor intelektual yang mendesain peristiwa ini. Jika hukum hanya menyentuh eksekutor, maka keadilan sejati tidak akan pernah tercapai,” tegas Muh Ikbal.

Baca Juga :  Sosialisasi Pembuatan Pupuk Kompos Dari Feses Sapi Potong Yang Ada Di Desa Bila

Ia juga menekankan bahwa transparansi dan keberanian aparat menjadi kunci utama dalam membongkar kasus ini secara utuh. Menurutnya, jika ada upaya pembatasan dalam pengungkapan fakta, maka hal tersebut justru akan merusak kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi penegakan hukum di Indonesia. Apakah hukum benar-benar tajam ke atas dan ke bawah, atau justru tumpul ketika berhadapan dengan kekuatan tertentu?

Masyarakat menunggu, bukan hanya siapa yang mengeksekusi tetapi siapa yang memerintahkan.

Berita Terkait

Tindakan Pemerasan Oknum LSM terhadap sejumlah Kades Kecamatan Bontocani, Kader KPPM akan melakukan Pelaporan di Mapolda Sul-Sel
Integritas DPRD Provinsi Sulsel Dipertanyakan Terkait Mandeknya RDP GMTD
Bukan Sekadar Bayar Pajak, Samsat Gowa Jadi Ruang Edukasi Warga
Belanja Dana Hibah 3.2M PDAM Tirta Jeneberang Tanpa LPJ, SPMP Pertanyakan Transparansi ‼️
Viral ! Barisan Pemuda Garuda Jamin Berantas Pengangguran !!!
Sikap Resmi DPC HIPPMAS Bulupoddo: Merespons Eskalasi Kekerasan Seksual di Sinjai
KEKURANGAN VOLUME 20 PAKET PENGERJAAN DINAS PUPR AKIBATKAN KERUGIAN NEGARA, SPMP SIAP GERUDUK KANTOR BUPATI GOWA DAN KEJARI GOWA
Pemekaran Biringkanaya dan Ujian Pelayanan Publik

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:58 WIB

Tindakan Pemerasan Oknum LSM terhadap sejumlah Kades Kecamatan Bontocani, Kader KPPM akan melakukan Pelaporan di Mapolda Sul-Sel

Senin, 6 April 2026 - 20:56 WIB

Integritas DPRD Provinsi Sulsel Dipertanyakan Terkait Mandeknya RDP GMTD

Senin, 6 April 2026 - 20:50 WIB

Bukan Sekadar Bayar Pajak, Samsat Gowa Jadi Ruang Edukasi Warga

Senin, 6 April 2026 - 20:13 WIB

Teror Air Keras Andri Yunus: PB HMMI Jangan Berhenti Di pelaku Lapangan, Bongkar Dalang Di balik Layar.

Senin, 6 April 2026 - 19:16 WIB

Belanja Dana Hibah 3.2M PDAM Tirta Jeneberang Tanpa LPJ, SPMP Pertanyakan Transparansi ‼️

Berita Terbaru