Lalai Tangani Korban Pembacokan, RSUD Syekh Yusuf Disorot: Dari Alasan Biaya hingga Operasi yang Tak Kunjung Dilakukan

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Gowa – Kasus dugaan kelalaian pelayanan kembali mencuat. Kali ini menimpa korban penyerangan senjata tajam yang dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf pada Selasa malam, 14 April 2026.

Alih-alih mendapat penanganan maksimal, korban hanya diberikan pertolongan pertama tanpa kejelasan langkah medis lanjutan. Kondisi ini memicu kekecewaan keluarga, yang sejak awal berharap adanya tindakan cepat mengingat luka serius yang dialami korban.

Ironisnya, pihak rumah sakit sempat menyampaikan bahwa penanganan lanjutan tidak dapat dilakukan dengan alasan biaya dan kendala lain. Pernyataan ini memunculkan tanda tanya besar apakah faktor finansial menjadi penghalang dalam situasi darurat yang seharusnya ditangani tanpa kompromi?

Keluarga pun meminta agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit lain. Namun, permintaan tersebut disebut-sebut justru dihambat oleh pihak rumah sakit. Situasi ini memperburuk kondisi, karena waktu yang seharusnya digunakan untuk penyelamatan justru tersita oleh tarik-ulur keputusan.

Baca Juga :  Diskusi Forum LK II Korkom Tamalate : Komoditi Ekspor Impor Bersama Bea Cukai Sulsel

Setelah berlarut, rumah sakit akhirnya menyatakan akan melakukan operasi. Bahkan, keluarga diminta mempersiapkan pasien untuk puasa sebagai bagian dari prosedur operasi yang dijadwalkan keesokan harinya.

Namun fakta di lapangan berkata lain. Hingga pagi hari, operasi tak kunjung dilakukan. Berbagai alasan disampaikan, hingga akhirnya pihak rumah sakit menyebut ruang operasi penuh. Keputusan pun berubah lagi pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain pada siang hari, 15 April 2026.

Keterlambatan ini bukan hanya memperlihatkan buruknya manajemen penanganan medis, tetapi juga berpotensi membahayakan nyawa pasien. Dalam kondisi luka serius akibat senjata tajam, setiap menit sangat berarti.

Baca Juga :  Narasi Sesat Seret Nama SBY, Isu Ijazah Jokowi Kembali Dipelihara

Tak berhenti di situ, pihak keluarga juga mengaku dimintai biaya selama proses penanganan. Jumlahnya dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan minimnya tindakan medis yang diberikan.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius tentang standar pelayanan dan komitmen kemanusiaan di fasilitas kesehatan. Di saat korban berjuang antara hidup dan mati, pelayanan justru diwarnai ketidakpastian, alasan administratif, hingga dugaan pembebanan biaya yang tak rasional.

Jika benar demikian, ini bukan sekadar kelalaian ini adalah potret buruk layanan kesehatan yang jauh dari prinsip kemanusiaan.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru