http://Anatomikata.co.idMakassar — Kegiatan Penguatan Solidaritas Pemuda yang mengusung tema “ARAH BARU SOLIDARITAS PEMUDA” sukses digelar di Benteng Fort Rotterdam pada 1–2 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar sebagai upaya strategis dalam membangun sinergi serta memperkuat persatuan pemuda lintas wilayah.
Kegiatan ini diikuti oleh pemuda dari wilayah utara Kota Makassar, meliputi Kecamatan Tallo, Bontoala, Wajo, dan Ujung Tanah. Kehadiran para peserta mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun solidaritas serta memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Polrestabes Makassar, serta Kodim 1408/Makassar. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan kondusif bagi pemuda.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan berbagai sesi seperti talk show inspiratif, sharing session, serta outbound yang dirancang untuk meningkatkan kekompakan, kepemimpinan, dan rasa saling percaya antar peserta.
Camat Tallo, Andi Husni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Pemuda harus menjadi pelopor persatuan. Tema ‘Arah Baru Solidaritas Pemuda’ ini sangat relevan dalam membangun karakter dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Perwakilan pemuda Kecamatan Tallo, Muslimin atau Kang Mus, juga menilai kegiatan ini membawa dampak positif.
“Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi antar pemuda lintas wilayah. Kami tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga saling bertukar gagasan untuk kemajuan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Makassar, Bryan R. Brahman, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata citra positif pemuda di wilayah utara Makassar.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa konflik pemuda, tawuran, serta tindak kekerasan yang selama ini terjadi bukan dilakukan oleh pemuda wilayah utara, melainkan oleh oknum dari luar yang memicu konflik,” tegasnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Output yang diharapkan adalah lahirnya pemuda yang mampu menjadi pelopor perdamaian, menjaga kondusivitas wilayah, serta aktif menginisiasi kegiatan positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, panitia turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada para camat Kecamatan Tallo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Wajo atas dukungan penuh yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses.
Melalui tema “ARAH BARU SOLIDARITAS PEMUDA”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang solid, adaptif, dan berdaya saing, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan mendorong pembangunan positif di Kota Makassar.









