Dari Dapur Rumah ke Pasar Digital, UMKM Maccirinna Mulai Naik Kelas

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, PINRANG — Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Maccirinna, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, mulai didorong untuk memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar penguatan digital marketing yang digelar di Kantor Kelurahan Maccirinna, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian pendampingan kewirausahaan yang sebelumnya dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia Posko 27.

Pendampingan tersebut mencakup sejumlah aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari branding produk, pengemasan, hingga fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan QRIS bagi sejumlah UMKM di wilayah tersebut.

Koordinator KKN Posko 27 Kelurahan Maccirinna, Aryah Putra Pratama, mengatakan sebagian besar UMKM di wilayah tersebut masih dijalankan dari rumah dan didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga.

Menurutnya, sejumlah produk lokal bahkan masih diproduksi berdasarkan pesanan dan belum dikelola secara maksimal dengan standar usaha komersial.

“Beberapa produk lokal hanya dibuat saat ada pesanan dan belum dikelola dengan baik sesuai standar komersil. Bahkan branding usaha atau nama produk saja belum ada,” ungkap Aryah.

Baca Juga :  Forum Penyelamat Olahraga Makassar Gugat Ketua KONI, Rangkap Jabatan Dinilai Pelanggaran Berat

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KKN mendorong pelaku UMKM untuk mulai membangun identitas usaha dan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana promosi.

Puncak kegiatan pendampingan kemudian dibuka oleh Lurah Maccirinna, Sinrang Sukur, S.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada ITB Nobel Indonesia yang telah menempatkan mahasiswa KKN di wilayahnya.

“Selama 8 tahun jadi lurah di sini, inilah mahasiswa KKN yang paling kreatif,” ujarnya.

Ia menegaskan apresiasi tersebut bukan semata karena kehadiran dosen dalam kegiatan, melainkan karena manfaat program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Seminar menghadirkan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN, Dr. Ir. Agunawan, S.Kom., M.Kom., M.Bns., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Agunawan membahas sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial.

Di antaranya adalah mencampurkan akun pribadi dengan akun bisnis, tidak menyesuaikan waktu unggahan dengan target pasar, tidak konsisten membuat konten, hingga kesulitan mendapatkan ide untuk bahan postingan.

Suasana seminar berlangsung interaktif. Sejumlah peserta, yang mayoritas merupakan ibu-ibu pelaku UMKM, turut menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha dan memanfaatkan media sosial.

Baca Juga :  Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Agunawan yang juga merupakan Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri Nobel Indonesia memberikan sejumlah tips praktis yang disesuaikan dengan kebiasaan dan kondisi pelaku usaha di wilayah setempat.

Salah satunya adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai platform media sosial yang telah digunakan UMKM agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Penerapan strategi tersebut nantinya akan tetap didampingi oleh mahasiswa KKN. Pendampingan lanjutan itu mendapat sambutan positif dari para peserta.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara pihak Nobel Indonesia dan Lurah Maccirinna. Kesepakatan tersebut menjadi penanda bahwa kolaborasi yang telah dibangun tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN, tetapi diarahkan untuk terus berlanjut dalam bentuk kerja sama.

Melalui pendampingan tersebut, UMKM Maccirinna diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada pasar sekitar, tetapi mampu membangun identitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan perlahan menembus pasar yang lebih luas melalui ekosistem digital.

Berita Terkait

GARIK Desak Kapolda Sulsel Usut Tuntas Jaringan Kosmetik Ilegal Indikasi BPOM Tempel
Badko HMI Sulsel Desak Audit Total Lapas Kelas IIA Parepare Terkait Dugaan Peredaran Narkoba dan Alat Komunikasi
Persyaratan Teknis Mini Kompetisi Pembangunan Kantor Camat Bontobahari Dipertanyakan, Aktivis Minta Klarifikasi dan Pemeriksaan
Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (HIPMA Gowa) Koordinator Tombolo Pao sukses menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD)
Kasus SOBIS Asal Sidrap Diungkap Polda Jabar, HMI Makassar Soroti Kinerja Polda Sulsel: Jangan Ciptakan Preseden Buruk Penegakan Hukum
Momentum Kemerdekaan, Saatnya Wakil Bupati Takalar Memperkuat Fokus pada Tugas Pemerintahan
DOA BERSAMA DI MAKAM PAHLAWAN, ORMAS THE LEGEND 120 SULSEL AJAK GENERASI MUDA RAWAT SEMANGAT KEMERDEKAAN
The Legend 120 Bergerak Peduli Korban Kebakaran Tallo, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Dari Dapur Rumah ke Pasar Digital, UMKM Maccirinna Mulai Naik Kelas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:47 WIB

GARIK Desak Kapolda Sulsel Usut Tuntas Jaringan Kosmetik Ilegal Indikasi BPOM Tempel

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Badko HMI Sulsel Desak Audit Total Lapas Kelas IIA Parepare Terkait Dugaan Peredaran Narkoba dan Alat Komunikasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Persyaratan Teknis Mini Kompetisi Pembangunan Kantor Camat Bontobahari Dipertanyakan, Aktivis Minta Klarifikasi dan Pemeriksaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa (HIPMA Gowa) Koordinator Tombolo Pao sukses menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD)

Berita Terbaru