anatomikata.co.id, Jeneponto – Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (PB HPMT) melalui Kepala Bidang Hukum dan HAM, Asrianto Indar Jaya, angkat bicara terkait pelaksanaan Menu Makan Bergizi (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jeneponto.
Beberapa titik yang menjadi sorotan di antaranya SPPG Binamu, Rumbia, kelara, Tamalatea, Bangkala, Bontoramba, dan beberapa SPPG yang hari ini menjadi sorotan.PB HPMT menilai perlu adanya evaluasi serius terhadap kualitas, variasi, dan kesesuaian menu yang disajikan, baik untuk siswa maupun kelompok penerima manfaat lainnya seperti ibu hamil dan ibu menyusui.
Asrianto Indar Jaya menegaskan bahwa program MBG tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga memiliki dimensi pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui sebagai kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
“Kami menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian komposisi menu dengan kebutuhan gizi berdasarkan kelompok sasaran. Untuk siswa, kebutuhan energi dan protein harus menunjang aktivitas belajar. Sementara bagi ibu hamil dan menyusui, kebutuhan zat besi, asam folat, kalsium, serta protein jauh lebih tinggi dan spesifik. Ini tidak boleh disamaratakan,” tegas Asrianto.
Menurutnya, menu bagi ibu hamil dan menyusui harus benar-benar memperhatikan standar gizi seimbang dan rekomendasi tenaga kesehatan, karena menyangkut kesehatan dua generasi sekaligus: ibu dan anak. Jika asupan tidak optimal, maka risiko anemia, kekurangan energi kronis (KEK), hingga stunting pada bayi dapat meningkat.
PB HPMT menilai bahwa persoalan ini bukan sekadar teknis distribusi makanan, melainkan menyangkut:
1. Hak Dasar atas Pemenuhan Gizi Layak
Anak, ibu hamil, dan ibu menyusui memiliki hak atas asupan gizi yang sesuai standar kesehatan.
2. Akuntabilitas Penggunaan Anggaran Publik
Setiap rupiah yang dialokasikan untuk program MBG harus benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan penerima manfaat.
3. Upaya Pencegahan Stunting dan Peningkatan SDM Daerah
Gizi ibu hamil dan menyusui adalah fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas di Jeneponto.
4. Pentingnya Evaluasi dan Pengawasan Berkala
Harus ada pelibatan tenaga ahli gizi, dinas kesehatan, serta mekanisme kontrol yang transparan dalam setiap SPPG.
PB HPMT mendesak pemerintah daerah dan pihak pelaksana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di seluruh SPPG di Kabupaten Jeneponto, termasuk memastikan adanya standar menu khusus bagi ibu hamil dan menyusui yang berbasis rekomendasi medis dan kebutuhan nutrisi spesifik.
“Kami menegaskan bahwa kritik ini adalah bentuk tanggung jawab sosial. Program yang menyasar generasi dan calon generasi tidak boleh dijalankan secara seragam tanpa memperhatikan kebutuhan masing-masing kelompok. Kepentingan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tutup Asrianto Indar Jaya.









