Bongkar 14 Dapur Tanpa IPAL, Jurnalis Dilaporkan Ke Polisi. Kabid PTKP HMI Bantaeng Sebut Ada Upaya Pembungkaman

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id, Bantaeng — Kabid PTKP HMI Cabang Bantaeng, Akbar Fadli, melontarkan kritik tajam terkait dugaan pembungkaman jurnalis melalui laporan ke pihak kepolisian Polres Bantaeng usai pemberitaan soal praktik tebang pilih oleh Korwil MBG Bantaeng.

Pemberitaan yang dipersoalkan berasal dari media online Katalisator.site dengan judul “14 dapur tanpa IPAL dibiarkan, hanya 6 disikat” yang menyoroti dugaan ketimpangan penindakan di lapangan. 

Alih-alih memberikan klarifikasi, media tersebut justru dilaporkan ke pihak kepolisian. Akbar menilai langkah itu tidak murni penegakan hukum, melainkan indikasi upaya pembungkaman.

Baca Juga :  Distribusi Beras SPHP Dinilai Tak Transparan, HMI Badko Sulsel Pertanyakan Kinerja Satgas Pangan

“Kalau kritik dibalas laporan polisi, ini bukan klarifikasi. Ini pembungkaman,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dugaan penggunaan pihak lain dalam pelaporan tersebut, yang dinilai semakin memperkuat indikasi adanya skenario untuk meredam isu yang mulai disorot publik.

Menurutnya, jurnalis telah menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik seharusnya dijawab secara terbuka, bukan dibungkam dengan proses hukum.

“Ruang jawab itu ada. Tapi kalau langsung lapor, publik bisa melihat ada yang tidak beres,” lanjutnya.

Baca Juga :  AKSI DEMONSTRASI ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI : "REFORMASI POLRI DAN TINDAK KERAS PELAKU PENGHIANAT RAKYAT"

Akbar menegaskan, pola seperti ini semakin sering terjadi kritik dianggap ancaman, lalu ditekan dengan pasal hukum. Dampaknya bukan hanya pada jurnalis, tapi juga pada hak publik untuk mendapatkan informasi.

HMI Bantaeng memastikan akan mengawal kasus ini dan membuka opsi aksi sebagai bentuk perlawanan.

“Kalau ini dibiarkan, kebebasan pers bisa mati pelan-pelan,” tutupnya.

Berita Terkait

Kasus Berdarah di Jeneponto, Korban Pembacokan Justru Diduga Dibebani Permintaan Uang
Akhir perpecahan KNPI Kanita & KNPI Surahman Batara; Menyatu di KNPI Vonny
Guru di SMA Negeri 1 Bone Diduga Robek Baju Siswa Saat Menghukum, Tuai Sorotan Publik
3 warga Sulsel Korban konflik Internasional, 2 Disandera di Somalia, 1 ditahan Israel. PB HMI : Gubernur Sulsel Wajib Mendampingi Keluarga Korban
Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung
Muh Ilham Akbar Tompo: KBPP POLRI RESOR MAKASSAR Akui Hasil Munas, Bimo Suryono Ketua Umum Sah
Proyek Bibit Kakao Pinrang Diduga Modus Bancakan Anggaran, HMI Sulsel Desak Audit Investigatif dan Penyelidikan APH
Menjelang Pelantikan, Ormas APPI Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kasus Berdarah di Jeneponto, Korban Pembacokan Justru Diduga Dibebani Permintaan Uang

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:40 WIB

Akhir perpecahan KNPI Kanita & KNPI Surahman Batara; Menyatu di KNPI Vonny

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:12 WIB

Guru di SMA Negeri 1 Bone Diduga Robek Baju Siswa Saat Menghukum, Tuai Sorotan Publik

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:58 WIB

3 warga Sulsel Korban konflik Internasional, 2 Disandera di Somalia, 1 ditahan Israel. PB HMI : Gubernur Sulsel Wajib Mendampingi Keluarga Korban

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:51 WIB

Samsat Gowa Kini Lebih Terbuka, Polantas Hadir Layani Warga Secara Langsung

Berita Terbaru