Kesalahan data desil merugikan masyarakat, kinerja Dinas Sosial Takalar dipertanyakan?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomi kata, Takalar, 14 Februari 2025. Kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan akibat perubahan status desil ekonomi menyisakan persoalan serius dalam praktik perlindungan sosial di Indonesia.

 

Sistem desil yang sejatinya bertujuan untuk memastikan subsidi tepat sasaran justru berpotensi melahirkan ketidakadilan baru ketika dijadikan satu-satunya dasar menentukan kelayakan peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran).

 

Ketua Umum HMI Takalar mengatakan,” Masalah utama terletak pada akurasi dan sensitivitas data. Penilaian desil sering kali tidak merepresentasikan kondisi riil masyarakat di lapangan. Banyak warga yang secara administratif tercatat naik desil, namun secara faktual masih hidup dalam kerentanan ekonomi—bekerja di sektor informal, berpenghasilan tidak tetap, dan tanpa jaminan sosial lain. Ketika BPJS mereka dinonaktifkan, hak dasar atas layanan kesehatan seketika terputus, bahkan pada saat kebutuhan medis mendesak.” Ujar Aditya

 

Baca Juga :  Kanita: DPP KNPI Bikin Perpecahan di Kepemudaan Sulsel, Ada Transaksi di Baliknya?

Perlu diketahui Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan kecenderungan teknokratis yang abai terhadap aspek kemanusiaan. Kesehatan direduksi menjadi persoalan angka dan klasifikasi statistik, bukan sebagai hak fundamental warga negara. Negara seolah memindahkan beban risiko dari sistem jaminan sosial kepada individu, tanpa memastikan mekanisme transisi, verifikasi lapangan, dan kanal pengaduan yang cepat serta efektif.

 

Ironisnya, kebijakan ini juga berpotensi kontraproduktif. Masyarakat yang kehilangan akses layanan kesehatan preventif justru berisiko mengalami kondisi medis yang lebih parah dan mahal di kemudian hari. Artinya, efisiensi anggaran jangka pendek bisa berujung pada beban sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi negara.

 

Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan desil sebagai instrumen tunggal penentuan kepesertaan BPJS PBI. Negara harus memastikan bahwa kebijakan jaminan kesehatan berpijak pada prinsip keadilan sosial, akurasi data berbasis kondisi nyata, serta keberpihakan pada kelompok rentan. Tanpa itu, BPJS Kesehatan berisiko kehilangan makna dasarnya sebagai instrumen perlindungan, dan justru menjadi simbol eksklusi sosial yang dilegalkan oleh sistem.

Baca Juga :  Aktivis HMI Asal Jeneponto Tantang Integritas Kapolda Baru, Desak Usut Tuntas Kasus Korupsi Pasar Lassang-Lassang !

 

Dinas sosial kabupaten takalar juga disorot dalam penanganan data-data dimasyarakat. Seharusnya kepala dinas dan jajarannya lebih bisa membantu masyarakat dengan melakukan pendampingan langsung data-data reel dimasyarakat, sekarang masih banyak yang seharusnya layak dapat tetapi berubah desil dan juga sebaliknya terkadang ada yang sudah tidak layak dapat masih ada dalam data miskin.

 

Lanjut Aditya “Seharusnya carut-marut data ini jangan saling melimpahkan kesalahan, tetapi Dinas sosial takalar harus lebih pro aktif menjalankan tupoksinya dan memperbaiki kesalahan-kesalahan data dari dasarnya. Jangan menunggu masyarakat mengeluh atas adanya peraturan desil ini.” Tegas aktifis muda ini.

Berita Terkait

ALIANSI BONE BERSATU GELAR AKSI DI POLRES BONE, DESAK PENINDAKAN OKNUM APH DIDUGA SALAHGUNAKAN KEWENANGAN DALAM PENANGANAN KASUS NARKOTIKA
JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 00:13 WIB

ALIANSI BONE BERSATU GELAR AKSI DI POLRES BONE, DESAK PENINDAKAN OKNUM APH DIDUGA SALAHGUNAKAN KEWENANGAN DALAM PENANGANAN KASUS NARKOTIKA

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Berita Terbaru