Aktivis HMI Asal Jeneponto Tantang Integritas Kapolda Baru, Desak Usut Tuntas Kasus Korupsi Pasar Lassang-Lassang !

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar — Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Lassang-Lassang di Kabupaten Jeneponto kembali mencuat ke permukaan.

Setelah penyidik Polda Sulsel memanggil sejumlah saksi untuk pendalaman, kini sorotan publik kembali tertuju pada penegakan hukum yang dinilai belum menyentuh seluruh pihak yang diduga terlibat sejak kasus ini bergulir pada tahun 2017.

Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polda Sulsel, Kompol Jufri, membenarkan adanya pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa saksi.

“Kemarin dari terpidana sebelumnya (Haruna Talli) menyampaikan bahwa ada bagian perencanaan yang terlibat. Inilah yang sedang kami dalami,” ujar Kompol Jufri, Selasa (16/09).

Ia menegaskan bahwa penyidik berkomitmen memproses kasus ini hingga tuntas.

“Intinya kami menindaklanjuti keterangan terlapor dan masih dalam tahap pendalaman. Siapapun yang diduga terlibat akan kami dalami,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menghidupkan kembali ingatan publik terhadap pernyataan Haruna Talli, terdakwa kasus tersebut, yang sempat viral melalui video berdurasi 1 menit 20 detik.

Baca Juga :  JAM.ID Gelar Aksi Jilid II, Desak Kejati Sulsel Supervisi Dugaan Korupsi Pengadaan Alsintan di Soppeng

Dalam rekaman itu, Haruna secara terbuka menyebut nama Paris Yasir, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati Jeneponto dan juga Ketua DPD NasDem Jeneponto.

“Saya minta keadilan, dan saya minta Kapolda, Kejati, Kapolri, KPK, Presiden Jokowi, saya minta keadilan,” ujar Haruna dalam video tersebut.

“Saya dijadikan tersangka dan ditahan atas perintah wakil bupati sebagai Ketua NasDem Kabupaten Jeneponto,” tambahnya.

Menanggapi perkembangan terbaru ini, Budiman Akbar, putra daerah Kabupaten Jeneponto sekaligus tokoh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, menyampaikan sikap tegasnya. Ia menilai kasus Pasar Lassang-Lassang menjadi ujian bagi integritas aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulsel di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.

“Kasus ini sudah terlalu lama dibiarkan mengendap. Kami, sebagai putra daerah Jeneponto dan kader HMI, akan turun melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel untuk menguji integritas Kapolda baru dalam menuntaskan kasus ini,” ujar Budiman Akbar kepada wartawan.

Baca Juga :  Walikota Makassar Dianggap Gagal Dalam Menerapkan Kebijakan.

Budiman menegaskan, perjuangan ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan dan marwah hukum di daerahnya.

“Kami tidak ingin kasus korupsi di Jeneponto hanya berhenti pada satu orang. Jika benar ada keterlibatan pihak lain, maka semua harus diproses tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Jeneponto, khususnya kalangan muda dan mahasiswa, untuk mengawal penegakan hukum agar transparan dan berkeadilan.

“Kita ingin melihat hukum berdiri tegak, bukan tunduk pada kepentingan politik. Ini saatnya Polda Sulsel membuktikan komitmen mereka terhadap pemberantasan korupsi,” tutup Budiman.

Berita Terkait

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi
MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA
SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:33 WIB

JAS Bongkar Rekam Jejak PT Karya Pembangunan Rezki: Delapan Paket Proyek Kemenhub Lebih dari Rp500 Miliar, Mantan Direktur Pernah Masuk DPO Kasus Korupsi

Kamis, 5 November 2026 - 23:44 WIB

MANAJEMEN RSI FAISAL DINILAI INGKARI JANJI, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA WIJA TO BONE SIAP KEMBALI GELAR AKSI UNJUK RASA

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Berita Terbaru