Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan Kepung Disdik dan DPRD Makassar, Desak Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah Diusut Tuntas

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, MAKASSAR – Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Kantor DPRD Kota Makassar, Senin (29/6), sebagai bentuk kontrol sosial terhadap dugaan praktik transaksional dalam pengisian jabatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

‎Aksi yang dipimpin Jenderal Lapangan Ridwan dan Koordinator Lapangan Hendri Taufik itu mengusung tema

‎”Selamatkan Pendidikan dari Praktik Transaksional Jabatan”. Massa menilai dugaan jual beli jabatan, jika terbukti, merupakan ancaman serius terhadap integritas birokrasi pendidikan dan masa depan dunia pendidikan di Kota Makassar.

‎Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menghakimi ataupun menciptakan kegaduhan politik.

‎Sebaliknya, aksi tersebut merupakan bentuk pengawasan publik agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan supremasi hukum.

‎”Jabatan kepala sekolah harus diperoleh melalui kompetensi, integritas, dan sistem merit, bukan melalui praktik transaksional yang mencederai keadilan,” tegas Jenderal Lapangan Ridwan di hadapan massa aksi.

‎Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan juga menyoroti pernyataan Wali Kota Makassar yang telah memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang beredar.

Baca Juga :  Miras Ilegal di Jantung Kota Makassar, Toko Satu Satu Langgar Aturan dan Rusak Moral, Disorot Rakyat

‎Langkah tersebut diapresiasi sebagai awal penyelesaian persoalan, namun dinilai belum cukup apabila tidak disertai keterbukaan hasil pemeriksaan dan penegakan hukum secara tegas.

‎Menurut massa aksi, kepercayaan publik tidak dibangun melalui pernyataan semata, melainkan melalui proses pemeriksaan yang independen, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

‎”Publik membutuhkan hasil, bukan sekadar janji. Tidak boleh ada perlindungan terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangan,” ujar Ridwan.

‎Aliansi menegaskan bahwa dugaan praktik transaksional jabatan tidak hanya merusak tata kelola birokrasi, tetapi juga mengancam kualitas pendidikan karena berpotensi mengabaikan kompetensi dalam proses pengangkatan kepala sekolah.

‎Massa juga mengingatkan DPRD Kota Makassar agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan memanggil seluruh pihak terkait guna memastikan proses pemeriksaan berlangsung objektif dan akuntabel.

‎Tujuh Tuntutan Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan

‎Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan:

Baca Juga :  Peringatan yang Kita Diamkan, Dampak yang Kita Rasakan

‎Mendesak Inspektorat Kota Makassar menyelesaikan pemeriksaan secara profesional, independen, dan mengumumkan hasilnya secara terbuka kepada publik.

‎Mendesak Wali Kota Makassar memberikan sanksi tegas kepada ASN yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

‎Mendesak DPRD Kota Makassar menggunakan fungsi pengawasannya melalui RDP dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.

‎Mendesak Dinas Pendidikan Kota Makassar membenahi sistem seleksi kepala sekolah berdasarkan kompetensi, integritas, dan sistem merit.

‎Mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi tindak pidana dalam hasil pemeriksaan.

‎Mendesak Pemerintah Kota Makassar membangun sistem pengaduan (whistleblowing system) yang aman bagi ASN maupun masyarakat.

‎Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola birokrasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar agar praktik serupa tidak kembali terjadi.

Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan menutup aksi dengan menyerukan agar dunia pendidikan dibebaskan dari segala bentuk praktik penyalahgunaan jabatan demi menjaga kepercayaan masyarakat dan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

“Jabatan bukan komoditas. Pendidikan bukan ladang transaksi.”

Berita Terkait

Gerakan Kemanusiaan Mahasiswa Tuai Apresiasi, Aksi Aliansi Nobel Peduli Berjalan Lancar
AKSI JILID III HMI SULSEL: REFORMASI JILID II, HMI TAGIH KOMITMEN DPRD DAN DESAK EVALUASI TOTAL PEMERINTAHAN PRABOWO–GIBRAN
“JAM.ID Soroti Dugaan Kartel Tender di Kementerian Perhubungan, Desak DPRD Makassar Turun Tangan dan Evaluasi PT Sulawesi Makmur Pratama”
HMI BADKO Sulsel Tolak Keterlibatan Partai Politik dalam Program MBG, DPRD Diminta Perketat Pengawasan
ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL
PENGADUAN RESMI APK INDONESIA DITERIMA KEMENKES RI, DESAK AUDIT INVESTIGATIF DAN EVALUASI MENYELURUH RSUD SYEKH YUSUF PASCA MENINGGALNYA BAYI MUHAMMAD ATTAR
Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Satpol PP Kota Makassar, Korban Meminta Keadilan
SK GANDA DAN DUGAAN NEPOTISME DI DESA BUAKKANG: SOMASI DESA DESAK PENINDAKAN TEGAS

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13 WIB

Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan Kepung Disdik dan DPRD Makassar, Desak Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah Diusut Tuntas

Senin, 29 Juni 2026 - 20:59 WIB

Gerakan Kemanusiaan Mahasiswa Tuai Apresiasi, Aksi Aliansi Nobel Peduli Berjalan Lancar

Senin, 29 Juni 2026 - 18:31 WIB

AKSI JILID III HMI SULSEL: REFORMASI JILID II, HMI TAGIH KOMITMEN DPRD DAN DESAK EVALUASI TOTAL PEMERINTAHAN PRABOWO–GIBRAN

Senin, 22 Juni 2026 - 18:21 WIB

HMI BADKO Sulsel Tolak Keterlibatan Partai Politik dalam Program MBG, DPRD Diminta Perketat Pengawasan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:28 WIB

ALIANSI MAHASISWA ANTI MAFIA HUKUM DESAK TRANSPARANSI HARTA KEKAYAAN KADIS PENDIDIKAN SULSEL

Berita Terbaru