Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anatomikata.co.id -Selayar— Peta politik menuju Pemilu 2029 di Sulawesi Selatan mulai memperlihatkan sejumlah figur yang berpotensi mengambil langkah ke panggung politik nasional. Salah satu nama yang menarik untuk dicermati adalah Muhammad Basli Ali, mantan Bupati Kepulauan Selayar dua periode yang kini memiliki ruang untuk memperluas pengaruh politiknya dari tingkat daerah menuju Senayan.

Basli bukan figur baru dalam politik Sulawesi Selatan. Sebelum memimpin Selayar, ia telah memiliki pengalaman di legislatif dan kemudian menjabat sebagai bupati selama dua periode. Di sisi kepartaian, Basli juga memiliki perjalanan panjang bersama Golkar dan pernah dipercaya memimpin Golkar Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu modal yang membuat nama Basli mulai menarik diperbincangkan dalam konteks perebutan kursi DPR RI Dapil Sulsel I pada 2029.

Dua Periode Memimpin Selayar

Dua periode sebagai kepala daerah memberikan Basli pengalaman politik yang tidak singkat.

Selama berada di pemerintahan, ia membangun hubungan dengan berbagai simpul politik dan sosial di Selayar. Pengalaman tersebut menjadi modal jaringan yang berbeda dibandingkan figur yang baru memasuki arena politik menjelang Pemilu 2029.

Lebih dari itu, Basli memiliki pengalaman melewati beberapa arena politik sekaligus: legislatif, eksekutif, dan partai politik.

Artinya, jika dirinya benar-benar diarahkan menuju DPR RI, Basli tidak memulai dari titik nol.

Ia sudah memiliki rekam jejak politik, pengalaman pemerintahan, basis sosial, serta jaringan yang dibangun dalam waktu panjang.

Adik Menjadi Bupati, Jaringan Politik Tetap Berlanjut

Faktor lain yang membuat posisi Basli menarik adalah keberlanjutan kepemimpinan politik keluarganya di Kepulauan Selayar.

Setelah Basli tidak dapat kembali mencalonkan diri sebagai bupati karena telah menjalani dua periode, Muhammad Natsir Ali, adiknya, maju dalam Pilkada Selayar 2024.

Hasilnya cukup signifikan. Natsir Ali bersama Muhtar memperoleh 42.505 suara atau 54,17 persen, mengungguli dua pasangan lainnya. Kemenangan tersebut mengantarkan Natsir menjadi Bupati Kepulauan Selayar periode 2025–2030.

Natsir juga maju dengan dukungan koalisi yang terdiri dari Golkar, PAN, PDIP, Gerindra, dan Demokrat.

Baca Juga :  Noyu Eat And Drink Diduga Kebal Aturan, SE Nomor 11 Tahun 2026 Diabaikan ‼️

Secara politik, keberhasilan tersebut menarik untuk dibaca sebagai kesinambungan jaringan politik keluarga Ali di Selayar.

Basli meninggalkan kursi bupati setelah dua periode, tetapi pemerintahan daerah kemudian berlanjut kepada adiknya.

Tentu, kemenangan Natsir tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai bukti bahwa seluruh kekuatan politik tersebut merupakan milik Basli. Namun, keberhasilan adiknya menunjukkan bahwa jaringan politik yang terbangun di Selayar tetap memiliki relevansi dalam kontestasi setelah Basli tidak lagi menjadi kandidat.

Selayar sebagai Titik Awal Menuju Senayan

Jika Basli benar-benar maju dalam Pemilu 2029, wilayah pertarungannya akan jauh lebih besar dibandingkan Selayar.

Dapil Sulsel I mencakup Kepulauan Selayar, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Kota Makassar, dengan alokasi delapan kursi DPR RI pada Pemilu 2024.

Karakter politik keenam wilayah tersebut tentu berbeda.

Makassar merupakan pusat politik dan ekonomi Sulsel dengan pemilih perkotaan yang besar. Gowa memiliki karakter politik tersendiri sebagai salah satu wilayah dengan basis pemilih besar. Sementara Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar memiliki struktur sosial-politik yang berbeda pula.

Karena itu, modal Selayar merupakan fondasi, tetapi bukan keseluruhan pertarungan.

Basli tetap membutuhkan perluasan jejaring politik ke wilayah lain.

Dan justru di sinilah pengalaman politiknya menjadi relevan.

Basli Ali Beberkan Resep Rahasia Memajukan Selayar - Selayarnews.com

Modal Partai dan Jejaring Elite

Basli memiliki pengalaman dalam struktur Golkar Selayar sejak 2017, ketika dirinya ditetapkan sebagai Ketua Golkar Kabupaten Kepulauan Selayar.

Posisi tersebut memberi Basli pengalaman membangun jaringan bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari mesin politik partai.

Jika kemudian pencalonan DPR RI benar-benar menjadi agenda politiknya, kombinasi antara pengalaman kepala daerah, jaringan partai, basis Selayar, dan relasi politik yang telah dibangun selama bertahun-tahun dapat menjadi modal penting.

Terlebih, pertarungan DPR RI bukan hanya mengenai popularitas personal. Kandidat membutuhkan struktur, saksi, relawan, jaringan sosial, komunikasi lintas daerah, serta kemampuan mengonsolidasikan dukungan dalam wilayah dapil yang luas.

Dalam konteks tersebut, Basli memiliki pengalaman politik yang relatif panjang untuk membangun fondasi tersebut.

Baca Juga :  PB HMI Soroti Penderitaan Warga dan Legitimasi Hukum Penolakan Pembebasan Lahan Runway Bandara Arung Palakka Bone

Dari “Orang Nomor Satu” di Selayar ke Senayan

Ada perubahan arena yang menarik jika Basli benar-benar maju.

Selama dua periode, ia berada di pusat kekuasaan pemerintahan Selayar. Kini, setelah tidak lagi dapat maju sebagai bupati, terdapat pilihan untuk tetap berada dalam politik lokal atau membawa pengalaman dan jejaring tersebut ke level yang lebih tinggi.

Senayan dapat menjadi arena berikutnya.

Namun, perjalanan menuju DPR RI tentu tidak otomatis mudah. Pemilu 2029 akan mempertemukan Basli dengan petahana, politisi partai lain, figur kepala daerah, mantan kepala daerah, pengusaha-politisi, dan pendatang baru yang kemungkinan mulai membangun basis sejak jauh hari.

Karena itu, kekuatan Basli perlu dilihat sebagai modal awal, bukan jaminan keterpilihan.

Yang menarik, modal tersebut relatif berlapis.

Ada pengalaman legislatif, dua periode sebagai bupati, struktur dan pengalaman kepartaian, basis politik di Selayar, serta kesinambungan jaringan keluarga setelah Natsir Ali menjadi bupati.

Jika seluruh modal tersebut berhasil diperluas ke enam wilayah Dapil Sulsel I, maka Basli berpotensi menjadi salah satu figur yang cukup diperhitungkan dalam dinamika perebutan kursi DPR RI 2029.

Pertarungan Belum Dimulai, tetapi Modal Sudah Ada

Pemilu 2029 masih berada di depan. Belum ada kepastian mengenai siapa saja yang akan maju, bagaimana komposisi kandidat setiap partai, maupun konfigurasi politik yang akan terbentuk.

Namun, politik elektoral sering kali dimulai jauh sebelum tahapan resmi pemilu.

Nama, jaringan, struktur, dan basis sosial dibangun bertahun-tahun sebelumnya.

Dalam konteks itulah Basli Ali menarik untuk diperhatikan.

Dua periode memimpin Selayar, kemudian adiknya melanjutkan kepemimpinan daerah, ditambah pengalaman panjang di legislatif dan partai politik, membuat Basli memiliki fondasi politik yang cukup kuat untuk mulai membidik arena yang lebih luas.

Jika langkah menuju Senayan benar-benar diambil, maka pertarungan Basli bukan lagi sekadar mempertahankan pengaruh di Selayar.

Ia akan membawa modal politik Bumi Tanadoang ke arena yang lebih besar: Dapil Sulsel I dan perebutan kursi DPR RI 2029.

Berita Terkait

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba
KETUA BEM FEB UMI PERTANYAKAN KLAIM PERTAMINA SOAL STOK BBM AMAN DI TENGAH ANTREAN MAKASSAR
Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?
Akses Kebutuhan Dasar Lumpuh di Makassar. HMI Pertanyakan Komitmen Pelayanan Publik
Masyarakat di Ujung Tekanan: BBM-LPG Langka, Listrik Padam, HMI Sebut Pemerintah Jangan Jadi Penonton
Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?
MAULANA AKSAN GELAR AKSI DEMONSTRASI, SERUKAN EVALUASI AKADEMIK ATAS PENGANUGERAHAN GELAR HONORIS CAUSA XANANA GUSMÃO

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Kamis, 10 September 2026 - 10:25 WIB

KETUA BEM FEB UMI PERTANYAKAN KLAIM PERTAMINA SOAL STOK BBM AMAN DI TENGAH ANTREAN MAKASSAR

Kamis, 10 September 2026 - 07:25 WIB

Gas Langka, BBM Mengantre, Air Tersendat, Listrik Padam. HMI Cabang Makassar: Ada Apa dengan Pelayanan Publik?

Selasa, 8 September 2026 - 22:14 WIB

Akses Kebutuhan Dasar Lumpuh di Makassar. HMI Pertanyakan Komitmen Pelayanan Publik

Berita Terbaru