KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE — Maraknya konten bermuatan pornografi dan eksploitasi seksual yang dipertontonkan secara terbuka melalui berbagai platform media sosial menjadi fenomena yang patut mendapat perhatian serius. Ruang digital yang semestinya menjadi sarana edukasi, pengembangan wawasan, serta pertukaran informasi justru berpotensi disalahgunakan sebagai ruang penyebaran konten yang tidak memiliki nilai edukatif.

Menanggapi fenomena tersebut, A. Ahmad Fadil selaku Kepala Bidang PPPD KEPMI Bone menyampaikan kecaman dan keprihatinannya terhadap normalisasi konten bermuatan pornografi di media sosial, termasuk konten yang dikaitkan dengan salah satu akun yang dikenal dengan sebutan Ibu Driver.

Menurutnya, kebebasan berekspresi di ruang digital tidak seharusnya dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas, terlebih ketika konten yang dipublikasikan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan pola pikir dan perilaku generasi muda.

“Media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi, nilai, dan cara berpikir masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, ketika ruang publik digital justru dipenuhi konten yang mengeksploitasi unsur seksual tanpa nilai edukasi yang jelas, kita patut mempertanyakan tanggung jawab sosial para pembuat konten tersebut. Popularitas dan jumlah penonton tidak boleh dijadikan pembenaran atas segala bentuk konten yang dipertontonkan kepada publik,” ujar A. Ahmad Fadil.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN ke-XXVI Universitas Handayani Makassar Dorong Transformasi Digital melalui Sosialisasi dan Penerapan QRIS di Desa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata menyangkut persoalan moralitas individu, melainkan juga berkaitan dengan tanggung jawab sosial dalam menjaga kualitas ruang informasi publik.

Paparan konten seksual yang tidak sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan audiens berpotensi memengaruhi persepsi, membentuk normalisasi perilaku yang tidak sehat, serta menggeser orientasi penggunaan media sosial dari ruang produktif menjadi ruang konsumsi sensasi.

“Generasi bangsa membutuhkan lingkungan digital yang mendorong literasi, kreativitas, daya kritis, dan pengembangan intelektual. Bukan justru disuguhi konten yang menjadikan seksualitas sebagai komoditas demi memperoleh perhatian dan keuntungan popularitas. Kita tidak sedang membatasi kreativitas, tetapi sedang mempertanyakan tanggung jawab di balik setiap konten yang diproduksi dan disebarluaskan,” tegasnya.

Baca Juga :  Tambak Udang PT Sinar Sukses Persada Diduga Langgar Aturan Pajak dan Lingkungan

Ia juga mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam mengonsumsi informasi, serta mengajak para kreator konten untuk mempertimbangkan dampak sosial dari setiap publikasi yang mereka hasilkan.

Menurutnya, kebebasan berekspresi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, etika publik, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

“Ruang digital seharusnya menjadi ruang pencerdasan, bukan ruang normalisasi konten yang berpotensi merusak orientasi berpikir generasi bangsa. Popularitas boleh dikejar, tetapi tanggung jawab sosial jangan sampai ditinggalkan.”

A. AHMAD FADIL
Kepala Bidang PPPD KEPMI Bone

Berita Terkait

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!
Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar
Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar
Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar
BEM NUSANTARA SULAWESI SELATAN BANTAH PERNYATAAN MENKES: “JANGAN SURUH RAKYAT BERADAPTASI DENGAN ASAP, SURUH NEGARA BEKERJA!”
PERANG KELOMPOK DI JALAN KAKATUA, KADER MATADOOR KOMA — DESAK POLISI USUT TUNTAS!
MATADOR KECAM NARASI TAWURAN KAPOLRESTABES MAKASSAR: JANGAN KABURKAN KEMATIAN AKMAL, KADISPORA JUGA HARUS DIEVALUASI!
MARAK DUGAAN AKSI GENG MOTOR DAN PENYERANGAN DI BONTOWA, PEMUDA TANTANG POLSEK BAROMBONG DAN POLRESTA GOWA BERTINDAK TEGAS

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:47 WIB

SERAGAM BUKAN TAMENG KEKEBALAN HUKUM! LKBHMI PB HMI: COPOT KAPOLDA JATENG DAN DIRRESKRIMUM, BONGKAR DUGAAN REPRESI APARAT DI PONPES HAMALATUL QUR’AN!

Senin, 2 November 2026 - 00:05 WIB

KABID PPPD KEPMI BONE SOROTI FENOMENA KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL: DINILAI MERUSAK RUANG EDUKASI DAN MEMENGARUHI POLA PIKIR GENERASI MUDA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Warga Padati Grand Opening, Browcyl Perkenalkan Outlet ke-27 di Makassar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Sengketa Lahan SD Negeri Timbuseng II, Warga Harapkan Penyelesaian dari Pemerintah Kota Makassar

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Dampak Asap Karhutla Sampai Ke Makassar, Organisasi Kesehatan Hipoglossus Foundation (H9F) Bagikan Masker Dan Flayer Ke Beberapa SD Negeri di Makassar

Berita Terbaru