anatomikata.co.id,makassar-Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Cokroaminoto Makassar (BEM FISEH UCM) menegaskan sikap netral dan independen dalam menyikapi konflik yang terjadi antara Hotel Grand Puri dan Hotel Nirmalasari di wilayah Kecamatan Tamalanrea.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial, BEM FISEH UCM menggelar aksi demonstrasi di tiga titik strategis guna mendorong penyelesaian yang damai serta menjaga stabilitas dan ketertiban umum.
TITIK PERTAMA – KANTOR CAMAT TAMALANREA
Di depan Kantor Camat
Tamalanrea, massa aksi mendesak pemerintah kecamatan agar:
1.Meminta kepada camat tamalanrea untuk mengklarifikasi terkait kasus yang di duga pungli pengutah retribusi sampah
2.Mengambil langkah mediasi aktif antara kedua belah pihak dan memastikan keduanya sama-sama menunggu putusan pengadilan secara bijak.
3.Segera membersihkan bekas coran yang telah meluber hingga ke badan jalan, yang berpotensi membahayakan pengendara.
BEM FISEH menilai kondisi tersebut sudah menimbulkan keresahan masyarakat, bahkan dilaporkan terdapat pengendara motor yang jatuh akibat material coran yang mengganggu akses jalan.
TITIK KEDUA – HOTEL GRAND PURI
Presiden Mahasiswa BEM FISEH UCM, Anugrah Usman, secara langsung menyampaikan kepada pihak Grand Puri agar:
1.Tidak melakukan gerakan tambahan yang berpotensi memicu konflik lanjutan di tengah masyarakat.
2.Segera membersihkan sisa coran yang telah sampai ke jalan raya demi keselamatan pengguna jalan.
Dalam pernyataannya, Anugrah Usman menegaskan bahwa pihaknya memberikan waktu selama 3×24 untuk pembersihan bekas pengecoran karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan apapun.
TITIK KETIGA – HOTEL NIRMALASARI
Di titik ketiga, BEM FISEH juga memberikan ultimatum kepada pihak Hotel Nirmalasari agar:
1.Tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.
2.Tetap menghormati proses hukum dan menunggu putusan pengadilan.
3.Bersikap legowo terhadap apapun hasil keputusan yang nantinya ditetapkan.
Dalam dinamika lapangan, sempat muncul pernyataan bernada tantangan kepada Presiden Mahasiswa terkait persoalan pembersihan area depan. Menanggapi hal tersebut, Anugrah Usman dengan tegas menyatakan:
“Saya sudah memberikan ultimatum dalam jangka waktu 3×24 jam. Jika tidak dibersihkan, maka BEM FISEH akan kembali melakukan konsolidasi dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Hotel Grand Puri.”
SIKAP TEGAS DAN NETRAL
Anugrah Usman menegaskan bahwa kehadirannya di tiga titik aksi tersebut bukan untuk membela salah satu pihak, melainkan untuk mencegah gesekan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban umum di wilayah Tamalanrea.
“Kedatangan saya di tiga titik ini bukan untuk membela siapapun. Ini adalah upaya menjaga stabilitas, mencegah konflik horizontal, dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.”
BEM FISEH UCM berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini secara objektif, konstitusional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.









