Galang Konsolidasi, DPD APPSI Jak-Bar Bentuk Komisariat di Pasar Kalideres

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id,Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Jakarta Barat melantik kepengurusan Komisariat APPSI Pasar Kalideres pada Senin, 27 April 2026.

 

Usai pelantikan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) terkait kelangkaan minyak goreng yang kembali terjadi di sejumlah pasar di wilayah kerja APPSI Jakarta Barat.

 

Di lapangan, pola yang berulang kembali terlihat: stok menipis, perputaran barang cepat, dan pasokan yang tidak stabil.

 

Selain itu, harga minyak goreng bersubsidi, MinyaKita juga terpantau tidak sesuai ketentuan. Di sejumlah titik, harga eceran melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter—angka yang dinilai hanya berlaku di atas kertas.

 

Ketua DPD APPSI Jakarta Barat, Suparno, menyebut persoalan utama bukan hanya pada ketersediaan barang, melainkan tersendatnya rantai distribusi.

 

Keterlambatan pengiriman dan panjangnya jalur pasok dinilai terus mengganggu kepastian stok di pasar tradisional.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Penyelewengan Anggaran Sertifikasi Guru di Kabupaten Enrekang

 

Temuan berulang ini kemudian memunculkan pertanyaan lebih mendasar, jika program subsidi seperti MinyaKita terus menghilang dari etalase pasar, sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar berjalan efektif di lapangan?

 

Di tingkat pedagang, keterbatasan pasokan membuat mereka harus menjual minyak goreng non-subsidi dengan harga Rp17.000–Rp20.000 per liter. Selisih harga ini pada akhirnya tetap dibebankan kepada konsumen kecil.

 

Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan pada rantai distribusi di tingkat hilir. Meski fluktuasi harga crude palm oil (CPO) global kerap dijadikan alasan, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar semestinya memiliki ruang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

 

Di sisi lain, langkah seperti sidak dan operasi pasar dinilai belum menyentuh akar persoalan. Tanpa perbaikan menyeluruh pada tata kelola distribusi, kelangkaan berpotensi menjadi siklus tahunan, sementara MinyaKita hanya menjadi program yang hidup di atas dokumen kebijakan.

 

Suparno menegaskan, APPSI Jakarta Barat akan terus mendorong pengawasan agar distribusi MinyaKita benar-benar sampai ke pasar tradisional secara merata.

Baca Juga :  Camat Makassar Husni Mubarak Menjadi Pembina Upacara Yang Dilaksanakan Di Halaman Kantor Kecamatan Makassar

 

“Pengawasan harus melibatkan semua pihak. Kami ingin memastikan minyak ini benar-benar ada di lapangan, bukan hanya di data,” ujarnya.

 

Di luar isu minyak goreng, pedagang juga menyoroti fasilitas pasar, terutama area parkir Pasar Kalideres yang dinilai belum tertata dengan baik. APPSI menyatakan akan menampung dan meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait.

 

“Kami menjadi jembatan aspirasi pedagang pasar tradisional di Jakarta Barat dan akan mendorong solusi yang lebih konkret,” kata Suparno.

 

Ia menambahkan, APPSI akan terus melakukan konsolidasi dan blusukan untuk membentuk komisariat di pasar-pasar se-Jakarta Barat.

 

“Alhamdulillah, kedatangan kami disambut hangat oleh pedagang Pasar Kalideres. Kami juga mendapat dukungan dari Bapak Norman selaku ketua komisariat dan pengurus yang sudah terbentuk di Pasar Kalideres,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
Husnul Mubarak Ketua Sapma PP Kota Makassar: Dugaan Kelalaian Pengawasan Tera dan Tera Ulang oleh Disperindag Sulsel, Antrean Panjang BBM Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Makassar
Antrean BBM Berjam-jam di Sulsel, PB HMMI Pertanyakan Klaim Stok Aman
REKLAMASI METRO TANJUNG BUNGA DISOROT, ALIANSI MAHASISWA DAN PEMUDA MAKASSAR DESAK KEJATI SULSEL BONGKAR TUNTAS PT DILLAH GROUP

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Senin, 14 September 2026 - 20:04 WIB

Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎

Sabtu, 12 September 2026 - 18:15 WIB

Husnul Mubarak Ketua Sapma PP Kota Makassar: Dugaan Kelalaian Pengawasan Tera dan Tera Ulang oleh Disperindag Sulsel, Antrean Panjang BBM Terjadi di Sejumlah SPBU Kota Makassar

Berita Terbaru