HPMT Mengecam Dan Mengutuk Keras Tindakan Represif Personel Polres Jeneponto

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Jeneponto — Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT), yang tergabung dalam Koalisi GERTAK, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif yang dilakukan oleh personel Polres Jeneponto terhadap massa aksi di depan Mapolres Jeneponto.

Fahri Nurhidayat, selaku Formateur Ketua Umum PB HPMT, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi salah satu korban langsung dalam insiden tersebut. Ia menilai tindakan aparat berlangsung secara berlebihan, tidak proporsional, dan bertentangan dengan prinsip pengamanan yang humanis serta nilai-nilai demokrasi.

“Aksi yang kami lakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi rakyat yang sah dan dijamin oleh konstitusi. Namun, respons aparat justru mencerminkan sikap represif yang berpotensi membungkam kebebasan berekspresi dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tegas Fahri Nurhidayat.

Baca Juga :  Menjelang Pelantikan, Ormas APPI Perkuat Sinergi Lewat Audiensi Bersama Wali Kota Makassar

Menurut Fahri, tindakan tersebut bukan hanya melukai peserta aksi secara fisik dan psikis, tetapi juga mencederai prinsip hak asasi manusia serta supremasi hukum. Aparat kepolisian seharusnya menjalankan peran sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan menjadi pihak yang melakukan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan kritik dan tuntutan.

Atas peristiwa ini, HPMT mendesak:

1. Kapolres Jeneponto untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel yang terlibat.

Baca Juga :  BOM Sulsel Tantang Kapolda: Usut Dugaan Beking Mafia Solar di Polres Maros

2. Divisi Propam Polda Sulawesi Selatan untuk mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.

3. Institusi kepolisian untuk menghentikan praktik-praktik represif dalam penanganan aksi massa dan menjamin perlindungan hak demokratis warga negara.

Fahri menegaskan bahwa tindakan represif tidak akan menghentikan perjuangan mahasiswa dan rakyat dalam menyuarakan keadilan.

“Represi tidak akan membungkam suara rakyat. Kami akan terus berdiri di garis perjuangan untuk memastikan hak-hak demokratis tetap terjaga,” tutup Fahri Nurhidayat.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru