Projek FTTH My Republik. Meresahkan Warga kota, Terindikasi Penggelapan Dana Perusahaan dan Merugikan Masyarakat kota Makassar

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 00:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar – Kebutuhan Internet Kota Makassar sangat sangatlah urgent, dengan banyaknya kebutuhan dunia digital era sekarang ini,

Fiber Optik membuat internet lebih cepat dalam pembangunan ekonomi secara digital,

Salah satu provider yang yang mengudara di kota Makassar yaitu my republik sedang massif dalam pembangunan sarana dan prasarananya,

Seolah memaksakan pembangunan dan penjualan namun dilain sisi banyak warga yang diresahkan, karena pembangunan sarana fiber optik sangat sembraut dan terkesan memaksakan,

Baca Juga :  Dinamika Lima Hari Empat Malam Lahirkan Kepemimpinan Baru di MAPALA 45 Makassar

Ditambah lagi dugaan penggelapan anggaran perusahaan yang dilakukan oleh Oknum my republik sendiri bekerja sama dengan Vendor melakukan penggelapan sehingga merugikan masyarakat,

Dana kontribusi yang harusnya untuk pemberdayaan masyarakat dijadikan alat memperkaya diri sendiri,

Sehingga masyarakat menjadi resah dan menjadi korban karena bentuk kontribusi bisa berguna untuk masyarakat malah digelapkan oleh Oknum my republik bersama dengan vendor

Dengan ini serikat mahasiswa pemuda revolusi (SMPR) bersikap untuk mengawal hal ini, tumming sebagai ketua lembaga juga sangat memperhatikan persoalan ini

Baca Juga :  Unjuk Rasa di Kejati Sulsel, Mahasiswa Soroti Dugaan Keterlibatan Mantan Ketua DPRD dalam Kasus Bibit Nanas

“My republik wajib kembali berkontribusi dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat di seluruh kelurahan di kota Makassar,” ungkap tumming

“Belum kita berbicara izin pembangunan sarana dan prasarana my republik yang melakukan pembangunan tiang dan kabel udara (areal) rekomtek dari PU juga masih dipertanyakan,” tutup tumming

Berita Terkait

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran
TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR
FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera
Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar
KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.
Diduga Tipu Pembeli Rumah Rp35 Juta, Seorang Pengembang Dilaporkan ke Polresta Gowa
Ruang Demokrasi Dicederai: Aksi Damai BEM FISEH UCM dan BEM FH UMI Diduga Dibubarkan Oknum Preman di UpperHills Convention Makassar
Milad ke-15 HIMJUSMAN Digelar di Benteng Somba Opu, Jadi Ruang Refleksi Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Pedagang Pasar Cidu Berbenah Secara Swadaya, GPII Kota Makassar dan PK KNPI Bontoala : Penataan Tak Harus Dengan Penggusuran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:12 WIB

TIM ADVOKASI BADKO HMI SULAWESI SELATAN DESAK AUDIT MENYELURUH ATAS DUGAAN KERUGIAN NEGARA AKIBAT DUGAAN KETIDAKPATUHAN PERPAJAKAN PT WALBRIK SINDO SEJAHTERA MAKMUR

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:41 WIB

FPM Sulsel Desak Aparat Usut Dugaan Distribusi Avtur Ilegal, Minta Periksa PT Citra Jaya Makmur Sejahtera

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Aktivis Muda Makassar Kritik Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Soal Kebijakan Energi Kota Makassar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:53 WIB

KNPI Sulsel Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai, Buka Peluang Kolaborasi untuk Pemberdayaan Pemuda.

Berita Terbaru