Anatomikata.co.id- Jakarta – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2) waktu Iran tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Teheran.
Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan suatu negara dan berpotensi memicu konflik berkepanjangan yang berdampak luas secara global.
“Serangan ini bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi juga problem kemanusiaan. Jika terus bereskalasi, dampaknya akan meluas, termasuk terhadap stabilitas ekonomi dunia dan ketahanan energi,” ujar Bagas dalam keterangannya.
PB HMI juga menyoroti keberadaan Board of Peace (BOP) yang diinisiasi oleh Amerika Serikat. Menurut Bagas, efektivitas lembaga tersebut patut dipertanyakan karena dinilai tidak mampu menjalankan fungsi fasilitator perdamaian, khususnya dalam isu Palestina.
“Jika lembaga yang mengusung perdamaian justru terlibat dalam konflik, maka perlu ada evaluasi menyeluruh. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk dibubarkan jika tidak mampu menjamin kualitas perdamaian global,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI, Muhammad Arsyi Jailolo, mengingatkan pentingnya mencegah potensi konflik berskala besar.
“Jangan sampai dunia kembali mengulang tragedi Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Lembaga internasional harus bersikap tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional,” ujarnya.
PB HMI juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan sikap lebih aktif dalam menjaga stabilitas dan ketertiban dunia. Menurut mereka, ketegasan lembaga internasional sangat diperlukan agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap negara-negara kuat yang melakukan tindakan sepihak.
Dalam konteks nasional, PB HMI mendesak Presiden Prabowo dan pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas serta menjalankan politik luar negeri bebas aktif secara konsisten.
“Indonesia harus tetap independen dan aktif memperjuangkan perdamaian dunia, tanpa tunduk pada tekanan negara mana pun. Perdamaian dunia adalah amanat konstitusi yang harus diperjuangkan,” kata Bagas.
Selain itu, PB HMI menyerukan persatuan negara-negara Islam dan umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu menghadapi segala bentuk agresi yang berpotensi memecah belah dan mengancam stabilitas global.
PB HMI menegaskan bahwa upaya mencegah eskalasi konflik dan menjaga perdamaian dunia harus menjadi tanggung jawab bersama agar tragedi perang berskala besar tidak kembali terulang









