anatomikata.co.id, BOMBANA – Jumat, 25 September 2026, menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan perjuangan mahasiswa dalam mengawal persoalan Beasiswa Bombana 2026.
Aksi yang membawa tuntutan “Bongkar dan Evaluasi Total Beasiswa Bombana” tersebut bukan sekadar penyampaian aspirasi di ruang publik. Aksi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertanyakan, menyampaikan keberatan, serta mendorong adanya kejelasan terhadap proses pengelolaan beasiswa yang berkaitan langsung dengan akses pendidikan mahasiswa Bombana.
Dengan titik aksi di Tugu Munajah dan Kantor Bupati Bombana, mahasiswa menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Bombana. Aspirasi tersebut kemudian berujung pada sebuah dokumen Rekomendasi Aspirasi HIPMAB-Kolaka yang ditandatangani oleh perwakilan mahasiswa dan unsur Pemerintah Kabupaten Bombana di Rumbia pada 25 September 2026.
Dokumen tersebut memuat empat poin tindak lanjut, antara lain perubahan atau revisi kerja sama Pemkab Bombana dengan USN Kolaka terkait persoalan pemotongan beasiswa, prioritas bagi mahasiswa yang terdampak pada tahap I untuk penerimaan tahap II dengan tetap mengikuti ketentuan seleksi, penyampaian surat kepada Inspektorat Daerah untuk audit internal proses seleksi, serta kajian dan revisi Perbup Nomor 15 Tahun 2025 dengan melibatkan unsur mahasiswa.
Namun, bagi mahasiswa, berakhirnya aksi bukan berarti berakhir pula pengawalan.
Aksi adalah awal dari proses.
Aspirasi yang telah disampaikan membutuhkan tindak lanjut, komunikasi, keterbukaan informasi, serta pengawasan bersama agar poin-poin yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen.
Perjuangan mengenai beasiswa pada akhirnya bukan hanya tentang angka, kuota, atau siapa yang menerima. Di baliknya terdapat mahasiswa yang sedang berjuang mempertahankan keberlanjutan pendidikannya.
Karena itu, HIPMAB Kolaka menempatkan pengawalan beasiswa sebagai bagian dari upaya memastikan akses pendidikan dapat dikelola secara transparan, memiliki mekanisme yang jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hari ini kita tidak hanya membawa suara.
Kita meninggalkan catatan.
Dan setelah catatan itu ditandatangani, tugas berikutnya adalah memastikan setiap poin benar-benar mendapatkan tindak lanjut.
Kawal sampai tuntas! Jangan berhenti di atas kertas!









