Gaji Pekerja Dirampas, KEJAM Sulsel Desak Kejari Maros Tetapkan Tersangka Korupsi Outsourcing

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

anatomikata.co.id, Makassar — Komite Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Selatan (KEJAM Sulsel) angkat suara soal dugaan tindak pidana korupsi dalam pembayaran gaji tenaga kerja outsourcing Kereta Api di Kabupaten Maros.

Ketua Umum KEJAM Sulsel, Azhari Hamid, S.H., menegaskan bahwa kasus ini bukan persoalan kecil. Pemeriksaan terhadap 370 orang saksi oleh Kejaksaan Negeri Maros menunjukkan adanya dugaan kejahatan yang serius, sistematis, dan terorganisir.

Kasus ini diketahui melibatkan dua perusahaan outsourcing yang bekerja sama dengan BPKA Sulsel, yakni PT First Security Indonesia (FSI) dan PT Cemerlang Intan Sejati (CIS). Berdasarkan temuan awal, kedua perusahaan tersebut diduga melakukan pemotongan gaji, bahkan tidak membayarkan upah pekerja selama dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan (SMEP) Program Sekretaris TP PKK Kota Makassar Di Kecamatan Makassar

“Korupsi terhadap gaji pekerja adalah kejahatan paling biadab. Hak orang kecil dirampas demi kepentingan segelintir elite. Para pekerja outsourcing adalah tulang punggung pelayanan publik, tapi justru dijadikan korban praktik kotor,” tegas Azhari.

KEJAM Sulsel mendesak Kejaksaan Negeri Maros agar segera menetapkan tersangka tanpa kompromi dan tanpa intervensi. “Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jangan pula hukum dijadikan alat tawar-menawar kepentingan,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan, jika penanganan kasus ini berlarut-larut atau berhenti di tengah jalan, maka patut diduga adanya upaya melindungi pihak tertentu. “Kami tidak buta hukum dan tidak akan diam melihat keadilan dipermainkan,” katanya.

Baca Juga :  Dana BOK Dinkes Toraja Utara Disorot Tajam, Temuan BPK Hampir Rp2 Miliar Berbau Penyimpangan

KEJAM Sulsel menegaskan, apabila dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri Maros tidak mampu menuntaskan kasus ini dan menetapkan para tersangka, maka pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk perlawanan moral terhadap korupsi.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai seluruh pelaku, baik aktor lapangan maupun aktor intelektual, diseret ke meja hijau dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan masyarakat Maros, Sulawesi Selatan,” tutup Azhari.

Berita Terkait

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah
Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan
POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA
Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029
Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar
ALIANSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIRA BHAKTI SOROT KRISIS ENERGI DI MAKASSAR “ENERGI KRISIS, DOMPET KRITIS, PEJABAT NARSIS”
Aksi BBM Berujung Darah, Kader HMI Makassar Diduga Dipukul Oknum Polisi di Pertamina Patra Niaga ‎
SPMP Desak APH Untuk Segera Mengusut Kerjasama Pengelolaan Parkir RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 16:28 WIB

Wujud Ikhtiar Hadapi Kemarau, PC LDII Tamalate Gelar Sholat Istisqo Bersama Pemerintah dan Pimpinan Wilayah

Jumat, 18 September 2026 - 17:13 WIB

Outlet ke-25 Browcyl Hadir di Villa Mutiara, Ratusan Paket Promo Disiapkan

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

POLEMIK FOTO KECOA DIMENU MBG, PIHAK SPPG TAKALAR PATTALLASSANG KALABBIRANG 01 ANGKAT BICARA

Kamis, 17 September 2026 - 19:57 WIB

Dua Periode Bupati, Adik Jadi Bupati, Basli Ali Punya Modal Kuat Membidik Senayan 2029

Rabu, 16 September 2026 - 20:47 WIB

Walikota Makassar Beri Kuliah Umum di Universitas Cokroaminoto Makassar

Berita Terbaru